Pasca Gempa, Laut Pandeglang Normal, Murid SDN Liburkan Diri

  • Whatsapp
Petugas kepolisin Polsek Labuan memantau kondisi laut psca gempa berkekuatan 7,4 SR.

REDAKSI24.COM – Sistuasi terkini perairan laut pasca terjadinya gempa berkekuatan 7,4 SR di Barat Daya Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten malam tadi, terlihat normal. Warga yang dekat dengan pesisir pantai sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

Pantauan di kawasan Pantai Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, kondisi air laut terl;ihat normal. Nelayan sudah beraktivitas seperti biasa. Selain di Labuan, situasi normal juga terlihat di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Pasca gempa, warga mulai beraktivitas lagi.

Bacaan Lainnya

Saat memantau situasi di Labuan, Kapolsek Labuan, Pandeglang, Banten, Kompol Sugeng Pamuji mengatakan, situasi di Kecamatan Teluk, Labuan normal. Tidak ada perubahan volume air laut. Selain itu, aktivitas warga yang berada di pesisir pantai berjalan normal.

“Kalau semalam memang warga di pesiair pantai banyak yang ngungsi. Tapi sekarang sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” ungkapnya, Sabtu (03/08/2019).

Hal yang sama juga dikatakan, Camat Panimbang, Suaedi Kurdiatna, situasi terkini di Panimbang pasca gempa bumi mulai normal lagi. Warga sudah melaksanakan aktivitas seperti sediakala.

“Memang masih ada sebagian warga yang ngungsi belum kembali ke rumahnya, masih trauma, karena semalam tidak keburu pulang,” ungkapnya.

Pasca Gempa Bumi tadi malam, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Teluk 2 Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, terhenti. Para murid di sekolah tersebut banyak yang meliburkan diri.

Pantauan di lokasi, situasi di SDN Teluk 2 Labuan nampak sepi. Semua kelas terlihat kosong tidak ada murid yang datang ke sekolah. Kursi-kursi di ruang kelas, di tumpuk di atas meja belajar.

Kepala SDN Teluk 2 Labuan, Pandeglang, Dedeh Arnawati mengatakan, aktivitas sekolah tidak diliburkan. Hanya saja murid sepontan tidak masuk , karena pada saat gempa terjadi, banyak murid ikut oramngtuanya mengungsi.

“Karena ngungsi, akhirnya murid tidak bisa sekolah,” ungkapnya, Sabtu (03/08/2019.

Dedeh mengakui, anak muridnya kebanyakan warga asal Teluk, yang tinggal di kawasan pesisir pantai. Maka saat ada gmpa yang dinyatakan berpotensi tsunami, mereka menngungsi. “Ada yang masih ngungsi dan sudah pulang. Kami tidak meliburkan, mereka yang meliburkan diri,” katanya.

Ia juga memaklumi kondisi demikian karena kemungkinan murid trauma pasca bencana tsunami tahun lalu. Sehingga saat gempa tadi malam, banyak yang mengungsi ke sejumlah tempat. ” Senin nanti dan selanjutnya, KBM akan normal lagi seperti biasa,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau muirid dan wali murid untuk tetap tenang dan selalu waspada. Aktivitas sekolah harus tetap berjalan, jangan sampai terhambat karena khawatir gempa. “Kami harap murid tetap sekolah. Apalagi peringatan tsunami sudah dicabut,” harapnya.(Samsul/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.