Pasca Dilarang BPOM, RSUD Balaraja Setop Penggunaan Ranitidine

  • Whatsapp
RSUD Balaraja
Direktur RSUD Balaraja RR Reniati (dok)

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM—Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan larangan penggunaan obat ranitidine. Hal tersebut disikapi oleh Rumah Sakit Umum Balaraja (RSUD) Balaraja dengan menyetop penggunaan obat yang berfungsi sebagai penurun asam lambung tersebut bagi para pasiennya.

“Setelah mendapatkan edaran dari BPOM terkait larangan penggunaan ranitidine kami langsung menyetop penggunaan  Ranitidine baik dalam bentuk tablet, suntik maupun sirup,” ujar Direktur RSUD Balaraja RR Reniati.

Bacaan Lainnya

Reniati mengaku larangan penggunaan ranitidine tersebut tidak terlalu berpengaruh banyak kepada pelayanan, mengingat pengunaannya tidak terlalu banyak dan dapat digantikan dengan jenis obat lain seperti Omeprazole, Lansoprazole, Antasid, atau Plantacid.

“Ranitidine hanya salah satu jenis obat saja untuk diresepkan oleh dokter untuk menurukan asam lambung kepada pasien.Dengan larangan tersebut tentunya dokter-dokter kami tidak lagi mersepkannya dan menggantikan ranitidine dengan jenis obat lainnya,” jelas Reniati.

BACA JUGA :

Kenakan Batik Khas Kabupaten Tangerang Terlihat Santai

Reniati menjelaskan, untuk mencegah penyalahgunaan obat, saat ini seluruh obat jenis ranitidine baik dalam bentuk tablet, suntik maupun sirup telah disimpan di gudang sambil menunggu instruksi selanjutnya dari BPOM apakah akan menariknya atau memerintahkan untuk memusnahkannya.

“Kami masih berkoordinasi dengan BPOM terkait langkah selanjutnya. Walau dengan pelarangan ini jelas kami rugi karena obat telah kami beli, namun jika demi keamanan pasien tentunya kami akan mematuhinya karena kesehatan pasien lebih utama bagi kami,” pungkas Reniati.

Sebelumnya, lima produk Ranitidine yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) telah ditarik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Sebanyak satu produk diperintahkan agar ditarik dan empat lainnya dengan sukarela ditarik oleh produsen.

Keputusan penarikan ini merupakan buntut dari temuan Badan Kesehatan Amerika, US FDA dan EMA (European Medicines Agency) yang menyatakan bahwa senyawa ranitidine yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dapat memicu kanker. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.