Pasca Ambruk 5 Bulan Lalu, SDN Citerep 5 Pandeglang Belum Direhab

  • Whatsapp
sdn citerep 5
Pasca ambruk lima bulan lalu, SDN Citerep 5 Kabupaten Pandeglang hinga kini belum diperbaiki.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Gedung SDN Citerep 5 Desa Citerep, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga kini belum mendapat perhatian pemerintah. Gedung sekolah tersebut ambruk pada sekitar lima bulan lalu. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan direhabilitasi.

Bagian atap dan dinding Gedung SDN Citerep 5 runtuh akibat dimakan usia. Saat ini sekolah tersebut tidak bisa lagi digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) murid, karena bangunan sudah tidak beratap.

Bacaan Lainnya

Bangunan SDN Citerep 5 yang ambruk ada sebanyak 3 ruang kelas, diantaranya kelas 1, 2  dan 3. Saat ini, murid dari ketiga kelas itu digabung dengan kelas lain dalam menjalani proses KBM-nya.

Dihubungi melalui sambungan telpon, Kepala SDN Citerep 5, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Ruban Bahrudin mengatakan, 3 ruang kelas tersebut ambruk sejak 5 bulan lalu. Meski sudah beberapa kali diajukan perbaikan kepada pemerintah, namun hingga kini belum terealisasi.

“Sudah beberapa kali kami ajukan perbaikan, baik melalui Pemda Pandeglang, Provinsi Banten hingga pemerintah pusat, namun belum ada kepastian,” ungkap Ruban melalui sambungan telpon, Minggu (6/10/2019).

Informasi dari Korwil, kata dia, pihaknya diminta untuk tetap sabar menunggu adanya perbaikan dari pemerintah. Namun kata dia, pihaknya juga bisa memastikan kapan proses perbaikan dimulai.

“Belum ada kepastian, kami hanya diminta harus menunggu. Tapi entah kapan kami harus menunggu, sementara perbaikan sudah sangat mendesak,” katanya.

Akibat ambruknya 3 ruang kelas itu, lanjut Ruban, pihaknya terpaksa harus menggabungkan para murid di kelas lain. Seperti murid dari dua kelas digabung di 1 ruang kelas. Hal itu membuat proses KBM menjadi kurang efektif.

Ruban mengatakan, secara keseluruhan murid SDN Citerep jumlahnya sebanyak 172 orang. Murid dari kelas 1,2 dan 3 digabung ke kelas 4,5 dan 6. Karena itu, pemerintah harus menyegerakan pembangunan ruang kelas yang ambruk tersebut.

BACA JUGA:

. Relokasi SD Tergusur Proyek Tol Serang-Panimbang Lamban

. Cegah Stunting, Pemkab Tangerang Ajak Ratusan Murid SD Makan Telur

“KBM tetap berjalan seperti biasa dengan cara digabung, 1 ruang kelas diisi murid dari 2 kelas. Murid harus berdesakan karena 1 kelas yang harusnya hanya 20 sampai 30 murid, kini menjadi dua kali lipat dalam satu kelas,” jelas Ruban.

Dia berharap, tiga ruang kelas yang ambruk bisa segera dibangun tahun ini. Jika berlarut, dikhawatirkan kualitas pendidikan di sekolahnya menurun, karena proses KBM yang tidak efektif.

“Ruang kelas yang ada saat ini kondisinya juga sudah tidak bagus. Kami sangat berharap secepatnya ada rehabilitasi,” harapnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.