Para Pedagang Jembatan Jompo Yang Ambrol, Minta Ketegasan Pemkab Jember

  • Whatsapp
Jembatan Jompo Ambrol, beberapa toko masuk ke sungai.

JEMBER, REDAKSI24.COM- Dengan ambrolnya toko di atas Sungai Jompo, Jalan Sultan Agung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat belasan pedagang yang menempati toko tersebut nasibnya semakin tidak jelas.

Pasalnya, semenjak mereka diminta untuk mengosongkan tempat usahanya itu oleh Pemkab Jember, Pemkab Jember belum memberikan solusi untuk mereka berusaha. ‘ Sejak para pedagang diminta mengosongkan toko demi keamanan, Pemkab Jember belum memberikan solusi,” kata Nurahmad Waga Jalan KH Achmad Sidiq (Talangsari), Jember. Senin (2/3/2020).

Bacaan Lainnya

Akibatnya, kata Nurahmad, kehidupan belasan pedagang di Toko Jembatan Jompo tidak menentu. ” Ya semenjak mereka tidak berdagang, membuka usaha kecil-kecilan di rumahnya. Alhamdulillah beberapa pelanggannya masih datang ke rumahnya di Gebang Poreng, apabila membutuhkan sesuatu,” kata Nurahmad, menceritakan salah satu kerabatnya yang pernah menempati toko tersebut untuk membuka usaha elektronik.

Lebih jauh Nurahmad mengatakan, status toko tersebut memang bukan hak milik, hanya hak pakai yang setiap pedagang diwajibkan membayar pajak. ” Ada pajak bulanan dan tahunan ke Dinas Pasar Tanjung,” kata dia. Tapi, lanjutnya, bila terjadi sesuatu seperti ini, Dinas Pasar Tanjung lepas tangan dan baru mengajak pertemuan pada para pedang eks toko jompO besok (Selasa, 3/3/2020).

BACA JUGA:

Jembatan Jompo Ambrol, Pemkab Jember Kurang Tanggap

Sementara ketika ditanya solusi atau relokasi pedangan sejak beberpa bilan lalu, mereka belum memberikan jawaban, meski sudah beberapa kali dilakukan pertemuan.

Sepeeti ketahui, beberapa toko diatas Sungai Jompo, Senin (2/3/2020) sekira pukul 04.00 WIB ambrol dan masuk ke sungai. Meski dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, kerugian materi diperkirankan mencapai ratusan juta.

Jalur lalu lintas yang merupakan jalan nasional Jember – Banyuwangi- Surabaya macet hingga radius beberapa kilometer lantaran petugas masih melakukan pengangkatan puing-puing. Ditambah lagi dengan bayaknya warga yabg datang untuk melihat kejadian teraebut. (Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.