Para Orang Tua Siswa Masih Berburu Sekolah Favorit di PPDB SMP dan SD di Lebak

  • Whatsapp
Ilustrasi.

LEBAK,  REDAKSI24.COM –  Dinas Pendidkan dan Kebudayan  (Disdikbud)  Lebak mengatakan telah terjadi Overload atau kelebihan jumlah pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2020/2021 yang dibuka sejak 4 Mei lalu dan akan berakhir pada 1 Juli 2020 ini.  Overload  tersebut terjadi pada jenjang sekolah tingkat SD, dan SMP. 

Hal tersebut diungkapkan  oleh Kasi Peserta Didik dan Pembangunan  Karakter SMP pada Bidang  SMP Disdikbud Lebak, Budiana Sofyan. Katanya, walaupun masa PPDB belum berakhir,  sejumlah sekolah pada jenjang SD, dan SMP mengalami overload. Overload tersebut terjadi pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah perkotaan. 

Bacaan Lainnya

“Untuk jumlah total peserta PPDB saya belum mendapatkan  laporannya, karena masih berlangsung. Namun, sudah ada beberapa  sekolah di wilayah perkotaan yang melapor telah overload, seperti SMPN 1, 2 , 3 dan Rangkasbitung,” ujar Budiana kepada Redaksi24.com, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, hal tersebut  terjadi karena, masih adanya stigma masyarakat  mengenai sekolah  favorit  sehingga menyebabkan banyaknya calon peserta didik mendaftar yang berfokus pada beberapa sekolah saja,  dan juga adanya double data,  dengan peserta didik yang mendaftar lebih dari satu kali,  bahkan terdapat sejumlah kasus dimana peserta didik mendaftar lebih di satu sekolah. 

BACA JUGA: Tahun Ajaran Baru 13 Juli, Dindikbud Lebak Tunggu Mendikbud

Untuk mengatasi tersebut, pihaknya telah memetakan sekolah mana saja yang dibawah naungan Disdikbud Lebak yang masih dapat menampung para peserta PPDB.  Rencananya, pihaknya akan mengusulkan sekolah-sekolah tersebut,  kepada pihak sekolah yang mengalami overload peserta agar dapat mengarahkan calon siswanya ke sekolah-sekolah tersebut, yang masih dapat menampung siswa. 

“Nanti pihak sekolah akan mengusulkan pada calon peserta didik yang tidak diterima sekolah mana saja yang masih memiliki kuota siswa, ” katanya. 

Ia mengungkapkan,  PPDB di Kabupaten Lebak sendiri dilakukan dengan cara semi online, dimana ada sekolah yang membuka PPDB secara Online maupun offline.  Hal tersebut dikarenakan  geografis  Kabupaten Lebak yang terdiri dari 28 Kecamatan  dan keterbatasan sumber daya. Dalam PPDB  tersebut terdapat  3 jalur Pendaftaran  yang dibuka yakni jalur zonasi, jalur prestasi, dan afirmasi untuk masyarakat  kurang mampu. 

BACA JUGA: Sinyal Jadi Kendala Siswa di Lebak Untuk Lakukan Ujian dan PPDB Online

Adapun kendala dalam pelaksanaan PPDB itu sendiri merupakan keterbatasan sumber daya,  dan sulitnya menghapus stigma masyarakat  mengenai sekolah favorit sehingga menyebabkan para calon peserta didik memaksakan diri untuk mendaftar pada sekolah tersebut. Padahal,  katanya, mekanisme penerimaan peserta didik sendiri pada jalur umum dilakukan dengan sistem Zonasi. 

“Banyak masyarakat yang memaksakan diri untuk masuk ke sekolah favorit.  Padahal peluangnya  kecil, karena saat ini semuanya diberlakukan  sistem zonasi, dengan ketentuan jarak rumah calon peserta didik termulai 1 sampai 6 Kilometer.  Jika jaraknya sama dengan peserta didik lain, maka yang dilihat  umurnya,  dimana umur yang paling tua,  itu diprioritaskan, ” tuturnya. 

Dikatakannya,  untuk alur PPDB tahun depan, pihaknya menargetkan akan menggunakan suatu aplikasi dengan server yang terpusat di Disdikbud  Lebak.  Hal tersebut dilakukan  agar proses PPDB  dapat dilakukan  secara online diseluruh wilayah Kabupaten  Lebak. 

“Kita targetkan untuk tahun depan semua online,  server juga sudah kami siapkan,  tinggal aplikasinya saja yang juga tengah kita ajukan, ” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.