Para Korban Kejahatan di Mal Tangcity Sepakat lapor ke YLkI

oleh -
Mal Tangcity- istimewa.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM-Buntut pecah kaca di parkiran mall Tangcity menuai kecaman warga Tangerang. Pasalnya, tidak sedikit warga yang datang ke Mal tersebut menjadi korban tindak kejahatan.

Seperti yang menimpa Eha Juleha, warga Kota Tangerang. 3 tahun yang lalu, ketika ibu rumah tangga tersebut berbelanja baju, menjadi korban tindak kejahatan di mal tersebut, ” Di area parkir Mal Tangcity memang tidak aman, padahal tarifnya sangat mahal,” kata Eha.

Eha yang juga ASN di Pemkot Tangerang mengaku, kunci mobilnya saat parkir di area Mal Tangcity pernah dibobol penjahat. Laptop dan surat-surat penting di dalamnya raib. Padahal mobilnya itu baru diparkir dalam waku 15 menit.

Ironisnya lagi, kata Eha, pihak keamanan dan manajemen Tangcity tidak mau tanggungjawab atas kejadian tersebut. “Sama sekali mereka tidak mau ganti mas, baik pihak keamanan maupun manajemen Tangcity. Saya minta ganti kunci mobil yang dibobol saja tidak mau, bener-bener kelewatan,” kesah Ela dengan nada geram.

Samahalnya dengan Alamsyah Hendrik. Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang. Ia menyesalkan kondisi parkir di area Mal Tangcity karena, selain tidak aman juga paling mahal di wilayah Tangerang Raya. “Boleh disurvey dan dibuktikan, bayar parkir tangcity paling mahal serta tidak masuk akal,” tukasnya.

Pihak Tangcity, lanjut Hendrik, harus diberi pelajaran. Seluruh warga Tangerang yang pernah ke Tangcity dan dirugikan bersama-sama melayangkan gugatan ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). “Ini mah harus digugat ke YLKI dan demo besar-besaran ke Tangcity,” tandasnya.

BACA JUGA:

Mal Tangcity Kota Tangerang Rawan Kejahatan

Mal Tangcity Serahkan kejadian Pecah Kaca Pada Polisi

Menyikapi hal itu, Tatang Sobari dari Lembaga Perlindungan Konsumen menegaskan sesuai undang-undang perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999, pihak penyedia parkir harus bertangung jawab dan harus menganti segala bentuk kehilangan di wilayahnya. “Kita siap jadi pembela konsumen, dan pihak pengelola harus bertangung jawab,” tandasnya.

Tatang juga mendesak Walikota Tangerang bersama DPRD segera membentuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di kota Tangerang.
“BPSK urgen dan kami siap turun ke jalan bersama warga untuk menuntut pihak pengelola,” pungkasnya. (Arusli/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.