Panji Klaim Anak Perusahaan SBM Bukan Bagian BUMD

oleh -
panji tirtayasa
Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa memberi keterangan kepada pers usai menyerahkan formulir pendaftaran Bacalon Wakil Bupati Serang ke DPD Gerindra.

SERANG, REDAKSI24.COM – Wakil Bupati Serang, Banten, Panji Tirtayasa mengatakan legal standing PT. Agro Serang Berkah (ASB) bukan merupakan anak perusahaan BUMD Serang Berkah Mandiri (SBM). PT ASB merupakan perusahaan swasta yang mendapat suntikan dana dari BUMD SBM sebesar Rp3 miliar.

SBM tertarik menyertakan modalnya karena keberadaan PT. ASB dinilai cukup strategis fokus bidang usahanya, yakni pertanian. Pembentukan ASB sendiri murni atas inisiasi Bupati Serang Tatu Chasanah ditengah kondisi BUMD yang tidak sehat, sementara itu pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian tengah menggalakan program penanaman jagung guna menstabilkan stok pangan dan meningkatkan jumlah ekspor.

Kabupaten Serang sendiri ditunjuk menjadi wilayah dengan Upaya Khusus (Upsus) penanaman Jagung. Peran ASB menjadi pemasok utama hasil panen jagung dari para petani di Kabupaten Serang. Dengan jaminan stabilitas harga, PT ASB pada pada tahun 2018 berhasil memproduksi jagung dari para petani sebanyak 639,5 ton dari target 212,1 ton Jagung dengan harga beli kisaran Rp.3.200/kg dari petani.

Panji menilai, penyertaan modal ke ASB itu sudah tepat.Karena jika tidak disalurkan, maka bisa dipastikan uang tersebut akan bernasib sama seperti penyertaan modal sebesar Rp11 miliar yang tidak jelas penggunaannya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, yang kemudian menjadi polemik.

“Tidak usah ditanyakan pada masa direksi siapa penyertaan modal Rp11 miliar itu tidak mampu dipertanggungjawabkan, kalian sudah tahu itu. Yang jelas ini kelakuan direksi sebelumnya,” ujar Panji.

BACA JUGA:

. Pendirian Anak Perusahaan BUMD Serang Berkah Mandiri Dinilai Ilegal

. Garap Pelabuhan, PT SBM Tak Minta Modal ke Pemkab Serang

. Tatu Anggap Penyertaan Modal BUMD Hanya Masalah Perda

Panji merasa bersyukur bisa menyelamatkan uang penyertaan modal ASB sebesar Rp3 miliar itu dengan cara mengalokasikan penyertaan modal ke ASB, jika tidak bisa hilang juga itu uang.

“PT ASB itu tidak bodong. Jajaran direksinya ada, penyertaan modal dari masing-masing direksinya pun ada,” ujarnya Panji sesaat setelah penyerahan formulir pendaftaran Bakal Calon (Balon) Wakil Bupati Serang di kantor DPD Gerindra di Jalan Serang-Pandeglang, Rabu (13/11/2019).

Menurut Panji, masing-masing komisaris di ASB melakukan sharing modal meskipun modal mayoritas berasal dari penyertaan modal BUMD SBM sebesar Rp3 miliar. Sehingga saham mayoritas dimiliki oleh SBM sebesar 51 persen, sedangkan 49 persen lainnya berasal dari jajaran direksi dan yang lainnya.

“Sharing modalnya ada yang 7 persen, 3 persen dan 5 persen. Kalau nominal ada yang Rp200 juta ada juga yang Rp300 juta. Namun ASB itu murni perusahaan swasta,” tegasnya.

Namun Panji enggan menjelaskan siapa saja jajaran direksi di PT ASB yang murni swasta namun kepemilikan sahamnya dimiliki oleh BUMD. Hal ini sama seperti keberadaan Bank Banten. Status Bank Banten adalah perusahaan swasta yang saham mayoritasnya dimiliki BUMD milik Pemprov Banten, Banten Global Development (BGD).

Perusahaan plat merah tersebut kondisinya kini sedang kritis sama seperti SBM. DPRD Banten tidak mengalokasikan penyertaan modal dalam RAPBD 2020 karena menunggu pemulihan dan rekomendasi dari OJK. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.