Panja DPR Serap Masukan dari Kalangan Pelaku Ekonomi Kreatif

  • Whatsapp
Panja DPR menggelar RDPU dengan kalangan ekraf untul menyerap masukan
Wakil Ketua Komisi X DPR yang juga personel Panja Penguatan Ekonomi Kreatif, Hetifah Sjaifudian.

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Panja (Panitia Kerja) Penguatan Ekonomi Kreatif DPR RI menggelar DDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) secara virtual dengan kalangan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) guna menyerap masukan untuk menggerakkan roda  kegiatan ekraf sekaligus  membahas kondisi, peluang dan tantangan saat dan usai pandemi Covid-19.

Seperti diketahui ekraf merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak oleh pandemi. Roda ekraf, terutama yang bersentuhan dengan sektor pariwisata banyak terguncang sejak pandemi meluas di tanah air.

Bacaan Lainnya

Dalam RDPU daring di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa  ini menghadirkan kalangan pelaku kegiatan ekraf,

Di antaranya Afonsa Horeng (Pelaku Kriya, Pengrajin Tenun Ikat), Iham Wirahadikusuma (Pelaku Kriya), Alex Chandra (Bukalapak), Adam Ardisasmita (Wakil Ketua Umum Asosiasi Games Indonesia),Addie MS (Pelaku Musik/Musisi),Rako Prijanto (Aktor Film), Darly Wilson (Ketua Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia), dan Yosi Mokalu (Konten Kreator).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2020), menyebutkan, pihaknya berupaya memperoleh masukan dari para pelaku ekraf  yang sangat penting sebagai bahan untuk mengambil kebijakan untuk mengurai permasalahan di sektor ekraf masa datang.

“Di forum RDPU ini panja menerima berbagai masukan dari berbagai sub-sektor ekonomi kreatif, mulai dari game, aplikasi digital, content creator, kriya, animasi, dan musik,”ujarnya.

Hetifah melanjutkan, ”Mendengar paparan para narasumber, ternyata masih banyak kebijakan yang berbelit-belit. Saya sepakat kita harus mencari bentuk kebijakan yang menjadi solusi, bukan mempersulit dalam berinovasi.”

Menurutnya, dari masukan yang diterima, panja DPR menyimpulkan ada aspek-aspek yang harus dibahas secara khusus dalam rekomendasi penguatan ekonomi kreatif.

Rekomendasi dari Panja Penguatan Ekonomi Kreatif ini akan lebih spesifik membahas bentuk perlindungan, apresiasi serta penghargaan, juga asosiasi yang dapat menjadi payung hukum bagi para pelaku ekonomi kreatif.

“Sebagai contoh, Badan Perfilman Indonesia tadi sudah memiliki badan hukum, namun content creator atau youtuber belum ada asosiasinya,”ungkap legislator dapil Kalimantan Timur tersebut.(Agung/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.