Panitia Liga Badak Sebut Bawaslu Pandeglang Reaktif Tanggapi Laporan Pelanggaran Kampanye

  • Whatsapp
pilkada pandeglang
Liga Badak Pandeglang

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Panitia Liga Badak Pandeglang 2020 menilai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terlalu reaktif terhadap laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dipradugakan terhadap kepanitiaan liga sepakbola tersebut.

Berdasarkan hasil informasi yang dihimpun Redaksi24.com, pada Rabu (21/10/2020), Bawaslu Pandeglang, telah memanggil Ketua PSSI Kabupaten Pandeglang, yang juga penyelenggara turnamen sepak bola Liga Badak 2020.

Bacaan Lainnya

Pemanggilan terhadap Ketua PSSI Pandeglang tersebut, terkait adanya laporan dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam liga tersebut, serta adanya gambar pasangan calon bupati dan wakil bupati petahana, Irna Narulita-Tanto Warsono Arban yang terpasang di kawasan stadion.

Seorang Panitia Liga Badak Pandeglang, Ilma Fatwa mengatakan, Bawaslu terlalu reaktif terhadap laporan tersebut. Dia khawatir langkah reaktif yang dilakukan Bawaslu Pandeglang bisa memancing emosi masyarakat.

“Kami ingin Pilkada Pandeglang dilaksanakan secara damai, tertib tanpa masalah,” ungkap Ilma saat ditemui di kawasan Stadion Badak Pandeglang, Rabu (21/10/2020).

BACA JUGA: Pemilih Pilkada Pandeglang Lebih Banyak Laki-Laki dari  Perempuan

Dijelaskannya, sejak awal pihaknya tidak berniat menjadikan Liga Badak sebagai alat sosialisasi politik bagi pasangan petahana. Karena itu, dia menilai aneh dengan adanya laporan yang dilakukan kubu Paslon 02, Thoni-Imat,  ke Bawaslu Pandeglang.

Saat kondisi pandemi Covid-19, lanjut dia, pihaknya berusaha menyajikan olahraga kepada masyarakat ditengah segala keterbatasan. Tetapi pelapor ingin mengotori sportivitas yang sedang dijunjung melalui Liga Badak ini.

“Mereka melaporkan tanpa dasar, kemudian juga tanpa tabayun terlebih dahulu. Harusnya ditanya dulu spanduk itu dibuat oleh siapa dan dipasang oleh siapa. Tidak langsung menjustifikasi PSSI melakukan kampanye terselubung,” katanya.

Ketua PSSI Pandeglang, Olis Solihin mengaku telah memenuhi panggilan Bawaslu Pandeglang, terkait laporan dugaan pelanggaran kampanye terhadap salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang.

Adapun poin-poin dalam laporan yang diprasangkakan kepadanya, menurut Olis, diantaranya tentang gambar Paslon Bupati petahana dan protokol kesehatan Covid-19.

“Saya jelaskan, kalau soal gambar itu yang memasangnya adalah Bank BRI pada tahun 2018 lalu. Jadi aduan – aduan yang disampaikan itu saya kira sudah terbantahkan,” ujarnya.

Dijelaskannya lagi, pada saat itu Irna-Tanto masih menjabat sebagai Bupati Pandeglang, gambar itu sudah ada sejak 2018 lalu dan dipasang Bank BRI. Adpaun soal protokol kesehatan, dalam penyelenggaraan Liga Badan sudah seizin Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pandeglang, dan kepolisian.

“Kami juga terapkan protokol kesehatan covid-19, alat kelengkapan diri seperti hand sanitizer, cek suhu tubuh serta APD lainnya kami siapkan. Setiap penonton dan pemain yang masuk arena dicek dulu suhu tubuhnya,” jelas Olis.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Pandeglang, Ade Mulyadi mengaku, pihaknya berkewajiban menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dari masyarakat. Setiap laporan yang masuk, kata dia, kemudian ditindaklanjuti dengan cara mengkalrifikasi kepada pihak-pihak terkait.

“Memang ada laporan dari WNI yang memiliki hak pilih di Pandeglang, terkait kegiatan Liga Badak itu. Kami tindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan,” imbuhnya.

Dalam laporan yang diterimanya itu, lanjut Ade, mengenai dugaan keterlibatan ASN dalam kepanitiaan Liga Badak kepada pasangan calon bupati-wakil bupati petahana. Karena di lokasi kegiatan Liga Badak terdapat gambar pasangan calon nomor urut 1.

“Karena itu kami dikalrifikasi. Semua bentuk laporan tentu harus kami tanggapi, hasilnya masih dalam kajian,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.