,

Pandemi COVID-19 Berkepanjangan Bisa Menimbulkan “Keletihan Sosial”

oleh -
Pandemi COVID-19,Berkepanjangan,Menimbulkan,Keletihan Sosial,Bisa,Universitas Indonesia,pembatasan sosial,protokol kesehatan
Pengendara sepeda motor yang tidak memakai masker secara benar melintas di dekat spanduk sosialisasi penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. (Antara)

DEPOK, REDAKSI24.COM–Kepala Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Dr. Ida Ruwaida menyebutkan, bahwa Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan bisa menimbulkan  “keletihan sosial”, yang membuat masyarakat menjadi semakin skeptis terhadap kebijakan pemerintah.

Kata dia,”keletihan sosial” membuat masyarakat kurang responsif terhadap kampanye pemerintah.

“‘Keletihan sosial’ akibat pandemi berkepanjangan ini berbahaya karena masyarakat menjadi semakin skeptis terhadap kebijakan pemerintah, kurang responsif terhadap pesan yang disampaikan dalam kampanye publik, dan menimbulkan kurang peduli pada protokol kesehatan,” ujar Ida, sebagaimana dikutip dalam siaran pers universitas, Kamis (25/2/2021).

Ida menjelaskan, setelah beberapa fase pembatasan sosial, terlihat indikasi menurunnya kepedulian masyarakat, antara lain terhadap penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

Ida menyebutkan bahwa kerumunan di tempat hiburan, acara sosial, dan kegiatan politik merupakan penanda jelas dari kondisi “keletihan sosial”.

Alih-alih semakin waspada, imbuh Ida, masyarakat mulai menerima hidup di tengah pandemi namun dengan perilaku yang tidak berbeda dengan sebelum pandemi.

“Kondisi ini adalah fenomena global yang terjadi di hampir semua belahan dunia. Contoh di Amerika Serikat, survei Gallup pada awal tahun 2021 menunjukkan semakin sedikit orang yang mewaspadai virus ini,” kata Ida.

Ia mengatakan, pendekatan baru yang bersifat multi-disiplin diperlukan untuk memecahkan masalah tersebut.

Menurut Ida, ahli dan praktisi di bidang sosiologi, kesehatan masyarakat, komunikasi, dan pemerintahan, mesti dilibatkan dalam upaya menemukan solusi untuk meningkatkan efektivitas pengendalian penularan COVID-19. (Feru Lantara/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.