Palsukan Surat Keterangan Vaksinasi dan Bebas COVID, Pemuda Lulusan SD di Tigaraksa dibekuk Polresta Tangerang

oleh -
Palsukan Surat Keterangan Vaksinasi dan Bebas COVID, Pemuda Lulusan SD di Tigaraksa dibekuk Polresta Tangerang 
Press Conference penngungkapan kasus pemalsuan Surat Keterangan Vaksinasi dan Bebas COVID di Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM–Jajaran Polresta Tangerang membekuk pelaku pemalsu Surat Keterangan Vaksinasi dan Surat Keterangan Bebas COVID-19. Pelaku berinisial GTL (23) dibekuk di rumahnya di Perumahan Mustika Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Wahyu Sri Bintoro menjelaskan pengungkapan pelaku berdasarkan laporan yang diterima intelijen terkait adanya dugaan pemalsuan Surat Keterangan Vaksinasi dan Surat Keterangan Bebas COVID-19 di wilayah hukum Polresta Tangerang. Berdasarkan laporan tersebut menurut Wahyu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan untuk bisa mengungkap pelaku.

Wahyu menjelaskan modus pelaku yang merupakan lulusan SD ini dalam  membuat surat keterangan palsu dengan cara menscan lalu dimasukan ke dalam folder dan di edit dengan menggunakan photoshop.

“Pelaku memalsukan surat keterangan bebas COVID-19 dari salah satu rumah sakit swasta di Tangerang dan menjualnya Rp 25 ribu per lembar surat,” ujar Wahyu saat menggelar press conference di Mapolresta Tangerang, Selasa, (24/8/2021).

BACA JUGA: Polresta Tangerang Banten Buru Sindikat Sabu 7,3 Kilogram

Menurut Wahyu selain mengamankan pelaku polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit CPU, keyboard, monitor, scanner kartu vaksin asli  dan bebas COVID-19  serta uang senilai Rp100 ribu.

BACA JUGA: Kabid Humas Polda Banten Minta Anggotanya Mampu Melaporkan Kegiatan Ala Jurnalis

“Pelaku dijerat pasal 263 dan atau 268 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun,” ujar Wahyu. 

BACA JUGA: Polresta Tangerang Kembali Tangkap Satu Dari Tiga Jaringan Curanmor di Lebak

Sementara itu Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Bina Silitonga mengatakan, selain menangkap pelaku, polisi juga tengah mengembangkan penyelidikan untuk bisa menemukan siapa saja yang memanfaatkan jasa pelaku. Karena menurut Shinto dalam kasus pemalsuan surat keterangan bebas COVID-19 ini baik pelaku maupun pengguna jasa juga bisa dijerat pasal pidana.

“Baik pelaku maupun pengguna jasa juga bisa dijerat pasal pidana, karena dalam kasus ini pengguna jasa dijerat karena mens rea ada padanya,” papar Shinto.

Dalam kesempatan itu, Shinto juga berharap agar masyarakat bisa aktif melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan kasus yang sama yang memanfaatkan adanya kasus COVID-19 ini untuk kepentingan pribadi.

“Kami berharap masyarakat proaktif  memberikan laporan sehingga tujuan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk mendorong masyarakat melakukan vaksinasi sehingga tercapai herd immunity ini bisa tercapai sehingga wabah COVID-19 bisa segera teratasi,” pungkasnya (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.