Palsukan SKCK, Pemilik Warnet Dicokok Petugas Polresta Tangerang

oleh -
Palsukan SKCK, Pemilik Warnet Dicokok Petugas Polresta Tangerang kabupaten tangerang
Selain menerima jasa pengubahan atau penyuntingan dokumen SKCK, tersangka Ade juga menerima jasa manipulasi dokumen resmi lain yang dikeluarkan instansi pemerintah.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Ade (26) kini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Kota Tangerang, Polda Banten. Pemilik usaha warnet itu ditangkap petugas Reskrim Polresta Tangerang lantaran diketahui telah memalsukan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Ade dijemput petugas Reskrim Polresta Tangerang saat berada di warnetnya Kampung Daon, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (16/10/2021).

Penangkapan Ade berawal dari informasi masyarakat yang menyebut di Desa Daon, Kecamatan Rajeg, terdapat seseorang pemilik usaha warnet yang juga menerima pembuatan dokumen SKCK.

Selain menerima jasa pengubahan atau penyuntingan dokumen SKCK, tersangka Ade juga menerima jasa manipulasi dokumen resmi lain yang dikeluarkan instansi pemerintah.

BACA JUGA: Kapolresta Tangerang Akan Tindak Tegas Anggotanya Yang Terbukti Melakukan Kekerasan 

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat konferensi pers di Gedung Presisi Polresta Tangerang, Tigaraksa, Senin (18/10/2021) mengatakan, dalam melakukan aksi pemalsuan dokumen, tersangka menggunakan perangkat lunak untuk mengubah nama, tanggal, foto dan keperluan lainnya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku sebagai pemilik usaha warnet dan sudah setahun menjalankan aksinya. Aksi itu terungkap setelah tim dari Satreskrim Polresta Tangerang yang dipimpin Kasubnit Tipidter Ipda Prasetya Bima Praelja menindaklanjuti informasi masyarakat.

Dari pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 unit perangkat komputer berikut printer dan 3 lembar dokumen SKCK keluaran Polsek Rajeg yang diduga hasil manipulasi.

Selain itu, polisi juga menyita 1 keterangan domisili, 1 pengantar lamaran kerja yang dikeluarkan Desa Pasar Kemis, 1 lembar kartu tanda pencari kerja Disnakertrans Kabupaten Tangerang yang juga diduga hasil manipulasi.

Tersangka sudah menjalani usaha ini selama 1 tahun dengan omzet sehari sekitar Rp 125 ribu. Dalam setahun tersangka meraup keuntungan sebesar Rp45 juta. Tersangka membuat dokumen palsu ini berdasarkan permintaan dari yang membutuhkan.

“Tersangka kami kenakan Pasal 263 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” tegas Wahyu.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.