Pakar Komunikasi Sebut Cek Fakta Perlu Untuk Tunjukkan Cakada Berintegritas

  • Whatsapp
Emrus menilai cek fakta pada debat pilkada perlu untuk menunjukkan cakada yang memiliki integritas
Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing (kedua kanan) bersama Koordinator Wilayah AMSI DKI/Jabar/Banten Ronny Kusuma dan pengurus AMSI DKI Jakarta dalam kegiatan Cek Fakta Debat Pilkada Tangerang Selatan, di Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing menilai aktivitas cek fakta pada debat Pilkada perlu untuk menunjukkan pasangan calon kepala daerah (cakada) mana yang mengedepankan integritas dalam pendidikan politik dan demokrasi kepada masyarakat.

Dosen Pascasarjana Universitas Pelita Harapan itu,menyampaikan penilaian tersebut dalam kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) berkolaborasi dengan Tim Cek Fakta Debat Pilkada Tangerang Selatan, di Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis.

Bacaan Lainnya

“Ketika paslon cakada lebih mengedepankan fakta yang sesungguhnya, maka saya mengatakan bahwa dia adalah sosok yang memiliki integritas dengan mengedepankan pendidikan politik, pendidikan demokrasi di tengah masyarakat,”ujarnya

Sayangnya, lanjut Emrus, pada umumnya, pasangan calon menyampaikan informasi yang hanya menguntungkan pihaknya.

BACA JUGA:Debat Kandidat Pilkada Pandeglang, Thoni Sindir RPJMD Belum Rampung, Irna Ajak Turun ke Lapangan

Namun, ketika penyampaian informasi itu tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, maka pasangan calon tersebut pasti memiliki agenda tertentu.

Menurutnya, dalam perspektif komunikasi politik, penyampaian pesan semacam itu disebut sebagai manipulasi persepsi publik.

Untuk itulah, imbuh Emrus, kontribusi  cek fakta diperlukan agar tidak ada orang yang mencoba memainkan data untuk mengacaukan fakta di lapangan.

Koordinator Wilayah AMSI DKI/Jabar/Banten Ronny Kusuma menjelaskan, kegiatan AMSI bekerja sama dengan Google News Initiative dan Tim Cek Fakta tersebut, bertujuan mencari tahu apakah yang disampaikan dalam Debat Pilkada Tangsel yang disiarkan secara langsung di televisi nasional pada Kamis merupakan kebenaran atau kebohongan.

Ronny menilai cek fakta diarahkan kepada debat Pilkada Tangsel itu, karena kontestasi pilkada di wilayah Provinsi Banten menarik dan berimbang.

“Di sini tentunya akan banyak hal-hal menarik, karena itu mengapa kami di sini melakukan cek fakta debat Pilkada ini,”tuturnya.

Tim pemeriksa fakta (fact-checker) yang mengikuti kegiatan itu berasal dari media-media anggota AMSI di wilayah Jakarta, baik yang berskala lokal maupun nasional. Adapun penelusuran fakta dilakukan menggunakan sejumlah situs pencari fakta, baik teks maupun foto.(Jay De Menes/Antara)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.