Pagar Pasar Cisoka Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Wapres

oleh -
Pagar Pasar Cisoka Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Wapres Komnas HAM DPR RI
Koordinator Mahasiswa Anti Pagar, Firmansyah dalam suratnya mengatakan, para warga pemilik tempat usaha yang terdampak pemagaran Pasar Cisoka bermaksud meminta bantuan kepada Wapres untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Tak hanya mengadukan nasibnya ke Komnas HAM dan DPR RI, warga pemilik tempat usaha melaporkan pemagaran jalan akses keluar Pasar Cisoka Kabupaten Tangerang, Banten, kepada Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Ma’ruf Amin.

Surat pengaduan bernomor: 08 /EX/ANTI PAGAR/9/2021 perihal permohonan audiensi atau penyampaian asppirasi kepada orang nomor 2 di Indonesia itu, disampaikan melalui Aliansi Mahasiswa Tangerang Anti Penindasan dan Pemagaran Terhadap Usaha Rakyat (ANTI PAGAR).

Koordinator Mahasiswa Anti Pagar, Firmansyah dalam suratnya mengatakan, para warga pemilik tempat usaha yang terdampak pemagaran Pasar Cisoka bermaksud meminta bantuan kepada Wapres untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ada persoalan warga di Kabupaten Tangerang yang harus beliau (Wapres) ketahui, dimana terjadi ketidakkeadilan terhadap warga karena rumah dan tempat usahanya dipagari oleh salah satu BUMD Kabupaten Tangerang,” ungkap Firmansyah dalam keterangan yang diterima Redaksi24.com, Kamis (16/9/2021).

BACA JUGA: Aktivitas Ekonomi Warga Lumpuh di Balik Pagar Pasar Cisoka

Dijelaskannya, warga sudah meminta pertimbangan Bupati Tangerang agar tidak terjadi pemagaran pada akses jalan keluar Pasar Cisoka. Namun permohonan tersebut, menurut Firman, tidak mendapat respon dari bupati.

Akhirnya, Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) tetap memasang pagar pada akses jalan keluar Pasar Cisoka. Padahal di sepanjang jalan keluar tersebut tedapat puluhan tempat usaha warga. Imbasnya kini, aktivitas ekonomi warga lumpuh lantaran terhalang pagar.

“Pemerintah daerah memaksakan untuk pemagaran jalur akses keluar Pasar Cisoka tanpa ada pertimbangan asas keadilan atau solusi untuk warga yang tinggal sepanjang akses keluar pasar,” jelas Firmansyah yang mewakili aspirasi warga pedagang pasar.

Warga pemilik tempat usaha berharap Wapres bisa merespon aspirasi terkait pemagaran Pasar Cisoka yang telah mematikan akses rumah dan toko mereka. Menurutnya, Pemkab TAngerang secara tidak langsung telah menutup mata pencaharian warganya.

“Terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, sudah pasti warga makin susah,” tutur Firmansyah.

Menurut Firmansyah, surat penagduan untuk RI 2 itu diserahkan melalui ajudan Wapres. Dia juga menyebut surat laporan pengaduan ke Komnas HAM saat ini sudah dalam pembahasan bagian mediasi. Sementara pengaduan ke DPR RI saat ini suratnya sudah ada di meja Ketua DPR RI.

“Tinggal menunggu arahan dari Ketua DPR RI untuk di disposisikan,” ungkap Firmansyah.(RM1/Difa)

One thought on “Pagar Pasar Cisoka Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Wapres

  1. Memang tanahnya milik perumda akan tetapi tidak ada tolransinya pada warga yg mmiliki tempat usaha dsitu. Mereka berdalih spy tdk mnimbulkan kemacetan spy tdk ada pdagang liar yg dpt merugikan penyewa toko di pasar. Nyatanya sy sbagai warga jg jd ksulitan akses yg harus keluar masuk d pintu yg berbeda yg jaraknya berjauhan mmbukat sy harus berputar2 nambah jauh. Ga kena macet di pasar kena macet jg di prapatan polsek. Lagian faktanya dgn adanya palang pintu itu tdk efektif malah justru mnjadi biang kmacetan krna mau masuk harus ngantri panjang.apalagi keluar yg dadak ngetik nomor plat kndaraan.tambah lama dan bikin macet. Sama sekali tdk efektif. Coba adain poling ke pedagang dan pengunjung pasar apa gitu kesan2nya mngenai cara parkir yg demikian… Pasti rata2 jawabanya bikin ribet…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.