Pada Hari Kesaktian Pancasila, Pemkot Tangerang Bentuk Satgas COVID-19 di Tiap Kelas Sekolah

oleh -
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan meningkatkan kewaspadaan serta keamanan dalam pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Pemerintah Kota Tangerang meresmikan terbentuknya Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 di setiap kelas Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, pembentukan Satgas COVID-19 di setiap kelas dilakukan, sebagai upaya dari Pemkot untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan dalam melakukan proses pembelajaran tatap muka secara terbatas.

“Nantinya diharapkan Satgas ini dibentuk bukan hanya di level SMP, namun juga bisa diimplementasikan di tingkat SD, SMA dan perguruan tinggi,” kata Wali Kota Tangerang pada acara launching Satgas COVID-19 kelas di SMP Negeri 13 Kota Tangerang, Jumat (1/10).

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek, Jumeri.

BACA JUGA: Wali Kota Tangerang Tutup Sementara Sekolah Yang Siswanya Positif COVID-19

Arief menambahkan dengan adanya Satgas COVID-19 di setiap kelas, penularan di sekolah pada masa pembelajaran tatap muka terbatas dapat diminimalisir. “Evaluasi PTM terbatas dan juga testing tetap akan terus dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek, Jumeri mengungkapkan, pembentukan Satgas COVID-19 se di kelas selain diperlukan, juga sesuai dengan instruksi dari SKB 4 Menteri bahwa di setiap sekolah harus memiliki satuan tugas COVID-19.

“Rekomendasi kami di sekolah, setiap kelas di Kota Tangerang harus dibentuk Satgas,” tutur Jumeri.

Lebih lanjut Jumeri menambahkan, hal itu menjadi contoh yang baik untuk disebarluaskan, supaya  dapat diaplikasikan di daerah lain di Indonesia, dengan tujuan pembelajaran tatap muka bisa terus dilakukan dengan memperhatikan risiko – risiko yang ada.

“Ini semua, demi terjaganya kualitas pendidikan bagi pelajar di Indonesia,” pungkasnya.(Aan).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.