PAD Anjlok, Pemkot Serang Diminta Genjot Pajak Non PBB

  • Whatsapp
PAD kota serang
Ilustrasi - PAD Kota Serang merosot drastis terdampak covud-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kalangan DPRD Kota Serang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk merevisi Peraturan Wali Kota Serang (Perwal) tentang pengelolaan potensi pajak. Usulan dewan tersebut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menurun drastis akibat pandemi covid-19.

Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi kepada wartawan Senin (22/6/2020) mengatakan, untuk meningkatkan PAD, Pemkot Serang juga harus mampu mendatangkan investor dalam masa transisi new normal, apapun jenis investasinya.

Bacaan Lainnya

“Salah satunya mendorong pembentukan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Kami akan dorong penyertaan modalnya. Pemkot Sernag harus bisa menggenjot pendapatan pajak dari non PBB dan BPHTB,” kata Budi Rustandi.

Diketahui, pandemi covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia selama tiga bulan terakhir, berimbas kepada merosotnya perekonomian di sejumlah daerah termasuk di Kota Serang.

Dalam data estimasi pendapatan pada APBD-P Kota Serang tahun anggaran 2020 bidang Non PBB dan BPHTB, diketahui target awal pendapatan untuk pajak hotel dalam satu tahun sebesar Rp6.050.000.000.

Namun karena terdampak covid-19, sehingga target pendapatannya berubah menjadi hanya Rp3.932.500.000 atau ada pengurangan sebesar 35 persen dari target awal.  Sedangkan untuk pajak restoran yang ditargetkan pendapatan sebesar Rp25.200.000.000, berubah menjadi Rp18.144.000.000 atau berkurang sekitar 28 persen dari target awal.

Sementara diketahui, ada 7 jenis pajak yang masuk dalam kas daerah di Kota Serang. Ketujuh itu pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir dan pajak air tanah.

Sehingga total keseluruhan target awal pendapatan pajak daerah dari 7 jenis pajak di Kota Serang untuk 1 tahun sebesar Rp76.700.000.000. Namun karena terdampak covid-19 kini berubah menjadi hanya Rp63.937.500.000 untuk tahun 2020.

Semenatra Wali Kota Serang Syafrudin mengungkapkan, merosotnya PAD bukan hanya dialami Kota Serang. Namun seluruh daerah di tanah air juga mengalami kondisi sama akibat dampak pandemi covid-19.

“Investornya belum ada, karena juga kami belum revisi RTRW. Kondisi saat ini juga kurang bagus. Jadi PAD merosot, yang harusnya sudha 50 persen lebih, sekarang baru 30 persen,” ungkapnya.

Syafrudin mengaku untuk meningkatkan PAD di Ibu Kota Provinsi Banten, salah satunya membangkitkan pelaku usaha kecil setelah tiga bulan belakangan ini mereka tak bisa bergerak karena tergerus covid-19.

Syafrudin berharap dengan diterapkannya masa transisi new normal diharapkan mampu meningkatkan PAD Kota Serang. Selain itu dia juga akanmendorong pembentukan BUMD sebagai upaya lain meningkatkan PAD.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.