Pabrik Besi di Kabupaten Tangerang Meledak, Warga Minta Ditutup

  • Whatsapp
DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud saat berdialog denan warga
DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud saat berdialog denan warga.

KABUPATEN TANGERANGTANGERANG—PT. Xing Xing Steel yang memproduksi besi meledak, Selasa (18/2) sekira pukul 01.45 WIB. Ledakan di pabrik yang berlokasi wilayah Kecamatan Pasar Kemis tersebut diduga berasal dari salah satu tungku peleburan dan mengakibatkan seorang karyawan mengalami luka bakar di wajah.

Dengan kejadian tersebut, warga sekitar pabrik yang akan khawatir akan keselamatan diri langsung mendatangi lokasi pabrik. Mereka mendesak pihak perusahaan menutup kegiatan peleburan besi, terlebih selama ini pabrik tersebut kerap mencemari udara.
Bahkan saat anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud datang meninjau lokasi kejadian, para warga langsung mengerubuti politisi dari Partai Golkar tersebut. Para warga meminta angota legislatif dari Dapil IV Kabupaten Tangerang itu untuk memperjuangkan aspirasi warga yang meminta PT. Xing Xing Steel ditutup.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA:

.Dikeluhkan Warga, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Sidak PT. Xing Xing Steel

Menanggapi aspirasi warga yang meminta pabrik tersebut ditutup, Amud berjanji pihaknya akan menyampaikan hal ini kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait. Seperti DPMPTSP yang membidangi perizinan, Dinas Lingkungan Hidup yang terkait soal limbahnya, Dinas Ketenagakerjaan yang menangani ketenagakerjaanya.

“Aspirasi warga kan meminta agar pabrik tersebut ditutup. Hal ini menjadi kewenangan pemerintah daerah, tentu harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Pemerintah daerah pastinya akan mengkaji dari berbagai aspek. “kata Amud.

Menurut Amud, jika melihat PT Xing Xing Steel, kondisi pabriknya seperti tidak memenuhi standar keamanan kerja. Para pekerjanya tidak dilengkapi dengan pelindung wajah, terutama yang bekerja di bagian peleburan. Menurut Amud, seharusnya keamanan bagi pekerja tentu harus menjadi prioritas perusahaan.

“Perusahaan harus menyiapkan perlengkapan kerja yang aman. Sehingga kalau ada insiden ini bisa meminimalisir bahaya yang ditimbulkan, seperti ledakan yang baru saja terjadi.” jelasnya.

Selain itu mengenai asap dan debu yang keluhkan warga, menurut Amud, ini tentu harus menjadi perhatian dinas terkait. Agar perusahaan tersebut mematuhi standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Kalau tidak memenuhi itu, pemerintah berhak mengambil tindakan peringatan ataupun pemberian sanksi.

“Di Kabupaten Tangerang ada beberapa pabrik serupa, mereka berada di kawasan industri tidak dekat dengan pemukiman penduduk.” jelasnya. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.