P4 Desak Kejari Usut Dugaan KKN di Kemenag Pandeglang

  • Whatsapp
kemenag pandeglang
Aktivis P4 berunjukrasa di depan Gedung Kejari Pandeglang, Senin (12/10/2020).

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah pemuda mengatasnanamakan Pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P4), mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk mengusut dugaan tindak pidana Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pandeglang. Desakan itu disampaikan melalui aksi unjukrasa di depan Gedung Kejari Pandeglang, Senin (12/10/2020).

Koordinator lapangan (Korlap) aksi unjukrasa P4, Arif Wahyudi alias Ekek mengatakan, Kejari Pandeglang jangan tutup mata atas persoalan yang terjadi di Kantor Kemenag Pandeglang. Pihaknya menduga Kantor Kemenag Pandeglang menjadi sarang KKN para oknum yang hendak memperkaya diri sendiri.

Bacaan Lainnya

“Ada puluhan kasus dugaan korupsi di Kemenag Pandeglang. Baru beberapa kasus yang diungkap. Kemenag tidak sesuai namanya, karena telah dikotori oknum yang melakukan tindak pidana korupsi,” ungkap Arif dalam orasinya.

Menurutnya, sejumlah dugaan tindak pidana korupsi di Kemenag diantaranya dugaan penyelewengan dana hibah operasional pulang pergi keberangkatan jamaah haji dari Pemkab Pandeglang, kasus dugaan pemerasan jamaah haji, dan dugaan menjualbelikan kuota haji.

“Kami menduga ada jual beli kuota Rp15-Rp20 juta per orang, dana hibah Pemkab Pandeglang yang besarannya Rp400 juta diduga dikorupsi, karena pertanggungjawabnya tidak sesuai pengajuan. Belum lagi dugaan memeras jamaah agar berangkat cepat Rp15 juta,” ujarnya.

BACA JUGA: Perangkat Desa di Pandeglang Meninggal Dunia, Ahli Warisnya Dapat Rp28 Juta

Selain itu, kata Arif, adanya dugaan pungli anggaran daring Pondok Pesantren (Ponpes), jual beli jabatan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), dan pemangkasan bantauan operasional (BOP) bulanan KUA.

“Dugaan anggaran Daring Ponpes diduga dipangkas Rp500 sampai Rp1 juta per Ponpes. Jual beli jabatan KUA satu kepala Rp35-50 juta, dan dugaan pungli BOP bulanan KUA hingga yang sampai ke KUA hanya Rp2 juta setiap bulannya,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya siap meberikan data-data temuan yang dikajinya tersebut jika Kejari membutuhkannya untuk menindak tegas dugaan tindak pidana korupsi di Kemenag Pandeglang.

“Kami minta Kejari tindak tegas, kami akan koperatif jika memang dibutuhkan untuk kebutuhan data-data dugaan korupsi yang kami sampaikan saat ini,” tuturnya.

Arif mengancam bakal melakukan aksi besar-besaran jika Kejari Pandeglang tidak merespon aspirasi tersebut. “Ini demi harkat martabat Kabupaten Pandeglang yang mesti bersih dari kasus korupsi,” tegasnya.

Menanggapi itu, Kasi Inteljen Kejari Pandeglang, Liberty Purba mengaku akan menampung aspirasi yang disampaikan tersebut. Pihaknya juga akan mempelajari adanya dugaan kasus tindak pidana di instansi keagamaan tersebut.

“Kami tidak bisa bilang berapa lama, tapi bakal kami dalami terlebih dahulu karena butuh data dan sebagainya,” ujarnya saat menerima perwakilan para pengujuk rasa melakukan audiensi.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi wartawan, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Pandeglang, sedang dinas di luar kantor.  “Pak Kasinya sedang di luar,” kata Satpam di lingkungan kantor Kasi Haji Kemenag Pandeglang.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar

  1. Sekalian pungli yg dilakukan di MTSN labuan yg dilakukan oleh oknum panitia perpisahan yg aji mumpung mereka lakukan pada setiap perpisahan dan pelulusan siswa siswinya.
    Iuran perpisahan
    Bayar transportasi ziarah
    Baju seragam perpisahan… Ini sdh berlangsung lama.. Tolong ditelisik ke sekolah itu