Ormas dan Pengusaha Mesti Ikut Tekan Kasus Stunting

oleh -
Dinas Kesehatan bersama Ormas dan pelaku usaha di Kabupaten Pandgelang berkomitmen untuk mencegah stunting.

REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten Pandeglang, bersama pelaku usaha dan Organisasi Masyarakat (Ormas) membuat komitmen dalam menanggulangi kasus stunting atau pertumbuhan tubuh yang tidak sempurna akibat kurangnya asupan gizi alias kerdil. Apalagi kasus orang kerdil di Pandeglang yang tertinggi dibanding daerah lain di Provinsi Banten.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Rd Dewi Setiani mengatakan, dalam upaya penanggulangan dan pencegahan, pihaknya bersama pelaku usaha dan Ormas melakukan komitmen bersama untuk menanggulangi kasus stunting.

“Dengan merangkul para pelaku usaha dan Ormas, kami buat komitmen dalam menanggulangi stunting, karena para pelaku usaha dan Ormas punya peran penting mencegah stunting atau kurang gizi,” ungkap Dewi dalam pertemuan dengan para pelaku usaha dan Ormas dalam penanggulangan dan pencegahan stunting di Hotel S’Rizki Pandeglang, Selasa (13/8/2019)

Dewi mengakui, untuk penanggulangan dan pencegahan stunting perlu adanya pendampingan dalam upaya mengubah perilaku masyarakat. Pengusaha dan Ormas, kata dia, dinilai cukup mendukung untuk mempromosikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

“Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan masyarakat, komunikasi, informasi dan edukasi serta upaya kesehatan berbasis masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:

. Wah, Kasus Stunting Pandeglang Tertinggi di Banten

. Lebak Jadi Lokus Penanganan Stunting

. Rumah Desa Sehat Dinilai Bisa Tekan Kasus Stunting

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Pery Hasanudin mengaku pemerintah daerah proaktif dan bertekad menggencarkan berbagai program untuk menekan sekecil mungkin angka stunting.

“Hampir semua instansi dilibatkan, sehingga ada gerakan serentak lintas instansi dan sektoral untuk menekan kasus stunting,” tandasnya.(Samsul/Difa)