Orangtua Murid Tidak Mengizinkan, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Jalankan PTM

oleh -
Aktivitas PTM di salah satu sekolah di Kota Tangerang, Banten.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang memastikan 95 persen Lembaga Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota tersebut sudah menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM). Kemudian 5 persen lainnya belum dapat melaksanakan PTM karena belum mendapatkan izin dari wali murid atau orang tua siswa.

5 persen SMP atau sebanyak 5 Lembaga Pendidikan tersebut merupakan SMP swasta. Hal tersebut dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP pada Dindik Kota Tangerang, Eni Nurhaeni.

“Dari Senin kemarin memang sudah 95 persen, tinggal beberapa lagi yang belum. Sisa 5 sekolah ?, nanti mereka melaporkan ke kami, kan itu mah orangtua belum bisa mengizinkan, jadi kami menunggu dari lima sekolah itu,” jelasnya, Jumat (15/10/2021).

Eni mengatakan 5 SMP yang belum dapat melaksanakan PTM akan ditunggu laporannya perihal izin dari orangtua murid hingga Sabtu nanti. “Iya, swasta semua. Karena orangtuanya belum mengizinkan ikut PTM,” ujarnya.

BACA JUGA: Antisipasi COVID-19 di PTM, Dinkes Kota Tangerang Siapkan Tes Swab Antigen di Sekolah

Menurut Eni, beberapa sekolah kemarin sempat dihentikan aktivitas kegiatan belajar mengajar terbatas, dikarenakan terdapat sejumlah siswa yang terindikasi terpapar COVID-19. Kata Eni, siswa tersebut sudah dirasa cukup menjalani isolasi mandiri dan istirahat di rumah masing-masing.

“Iya, hanya beberapa sekolah saja yang melakukan swab test, itu yang ditutup. Kalau yang lain enggak, ini sudah hampir semua sudah istirahatnya, isomannya. Tanggal 18 besok pada masuk dan kecuali yang 5 sekolah itu belum ada kabar,” katanya.

Eni mengungkapkan, alasan para orangtua pelajar di 5 SMP swasta yang belum mengizinkan pelaksanaan PTM diduga karena mereka ketakutan anaknya terpapar COVID-19. Padahal vaksinasi terhadap pelajar dirasanya sudah mencukupi baik pelaksanaan vaksinasi mandiri, maupun dari berbagai lembaga yang menyediakan vaksinasi.

“Kan sekarang sudah ada di mana-mana vaksin, siapa pun vaksin. Bahkan, Harapan Bangsa waktu itu, Puskesmas di situ, Penabur, beberapa sekolah pelaksanaan di Harapan Bangsa. Tapi ketika ini (PTM), Harapan Bangsa sendiri belum melaksanakan PTM,” pungkasnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.