Orang Utan Siti dan Sudin Harus Masuk Sekolah Sebelum Dilepasliarkan

oleh -
orang utan
Sepasang orang utan bernama Siti dan Sudin harus masuk sekolah rehabilitasi sebelum dilepasliarkan di Taman nasional bukit tigpuluh, Jambi/Antara.

JAMBI, REDAKSI24.COM–Sepasang orang utan Sumatera (Pongo Abelli) asal Lubuk Pakam, Sumatera Utara bernama Siti dan Sudin harus menjalani tahap rehabilitasi pada sekolah orangutan sebelum dilepasliarkan ke habitatnya di Taman Nasional Bukit Tigapuluh, di Provinsi Jambi.

Siti dan Sudin berusia satu tahun, berhasil diselamatkan dari aksi penyelundupan perdagangan ilegal satwa langka dan dilindungi di pelabuhan Bakauheni, Lampung oleh kepolisian dan tim satwa dari salah satu bus yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa, pada 24 April 2021 lalu.

Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi pada Kamis 20 Mei 2021, menerima Siti dan Sudin sepasang orang utan itu dari BKSDA Bengkulu dan Lampung.

“Kami baru saja menerima dua ekor atau sepasang orangutan dari Lampung, dan selama beberapa tahun ini kedua orang utan yang dinamai Siti dan Sudin akan menjalani rehabilitasi dan sekolah orang utan di Danau Alo,” kata Kepala BKSDA Jambi, Rahmad Saleh, kemarin.

Menurut Rahmad, BKSDA Jambi bersama Frankfurt Hoogical Society (FZS) sebagai pengelola sekolah orang utan di Jambi, akan melakukan perawatan dan rehabilitasi lebih dahulu sebelum keduanya dilepasliarkan pada beberapa tahun mendatang hingga cukup untuk hidup di alam aslinya.

Dia menjelaskan, butuh waktu dua bulan untuk melakukan cek kesehatan terhadap dua orangutan sumatera sebelum masuk ke sekolah orangutan sebagai wadah dalam menempa diri mereka agar bisa belajar hidup di alam liar habitat mereka yang sebenarnya.

 

Perlu Waktu Panjang

Rahmad mengatakan, untuk sementara ini BKSDA Jambi dan FZS akan merawat mereka melalui tahapan pemeriksaan kesehatannya sebelum keduanya dibawa ke sekolah orangutan dan belajar tentang alam liar di sana yang akan didampingi oleh keeper nantinya.

“Butuh waktu sekitar lima tahun lagi, sesuai dengan usianya saat ini baru satu tahun lebih, untuk harus tetap belajar di sekolah orangutan hingga mereka bisa mandiri sebelum mereka berdua dilepasliarkan ke habitatnya pada Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Jambi,” ujarnya.

Kata Rahmad, perlu waktu yang cukup panjang agar orang utan Siti dan Sudin bisa mandiri hidup di alam liar aslinya, maka untuk itu perlu dukungan semua pihak agar kedua satwa dilindungi ini bisa cepat belajar mandiri hidup di alam aslinya.(ejp)

Sumber:Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.