Operator Desa Klutuk Bongkar Penyelewengan Dana Desa

oleh -

MEKAR BARU – Operator desa Klutuk Madroji membeberkan jenis kegiatan Dana Desa Tahun Anggaran 2018 yang diduga diselewengkan Kades Klutuk Abas. Menurut Madroji, tidak dibuatnya surat pertanggungjawaban ( SPJ) Dana Desa Tahun Anggaran 2018, karena ada beberapa kegiatan dengan nilai anggaran Rp742 juta yang tidak direalisasikan. Namun menuru Madroji dana senilai tersebut sebagian besar sudah tidak ada lagi di rekening desa, karena sudah ditarik oleh kepala desa, padahal realisasinya tidak ada.

Madroji memaparkan salah satu kegiatan yang tidak direalisasikan oleh kades Klutuk diantaranya adalah Kegiatan Pelatihan Teknologi Tepat Guna Bidang Peternakan senilai Rp 77.360.767, dan Kegiatan Teknologi Perikanan senilai Rp 49.530.000 yang didalamnya meliputi belanja barang dan jasa yang meliputi belanja alat tulis kantor, belanja potokopi, belanja cetak dan penggandaan, belanja makan dan minum, belanja honorarium peserta , belanja instruktur/pelatih, belanja honorarium tim pengelola kegiatan, belanja transport, dan belanja barang yang diberikan langsung kepada masyarakat

” Saya tau persis bagaimana carut-marutnya pengelolaan Dana Desa di Desa Klutuk ini, karena saya sebagai operator desanya” terang Madroji.

Madroji menambahkan, total pendapatan dana desa di desa Klutuk pada APBDes 2018 sebesar Rp 2.376.116.347 miliar yang terdiri dari dana desa sebesar Rp 1.224.435.097, Pendapatan bagi hasil pajak dan retribusi ( PBH) sebesar Rp 593.625.573, alokasi dana desa sebesar Rp 556.055.677.

Selain kegiatan teknologi tepat guna peternakan dan perikanan yang tidak direalisasikan, sambung Madroji ada kegiatan yang tidak direalisasikan diantaranya adalah kegiatan keterampilan masyarakat, senilai 50 juta, kegiatan pembentukan Bumdes senilai 6.7juta , kegiatan pembinan posyandu, kegiatan pembinaan ketentraman dan ketertiban, kegiatan pengembangan sanggar belajar dan seni budaya.

” Total kegiatan pemberdayaan nilainya sebesar Rp 204.602.674, sementara bidang pembangunan desa berupa kegiatan fisik dianggarkan sebesar 1.5miliar meski sudah dikerjakan, namun banyak pemborong yang tidak dibayar” tandasnya.

Menanggapi tuduhan tersebut , Kepala Desa Klutuk Abas mengakui adanya beberapa kegiatan yang tidak terealisasi. Namun begitu Abas mengaku walaupun anggaran sudah ditariknya namun anggaran masih tetap ada.

“Dana masih ada hanya saya tunaikan saja,” jelas Abas.

Abas berjanji bahwa kegiatan yang tertunda tersebut akan segera Ia realisasikan maksimal dalam satu bulan ke depan.

“Sebulan kedepan kegiatan bisa terealisasi,” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *