Ombudsman Dukung Polri Selidiki Peti Emas di Banten

oleh -
Ombudsman Banten
Kepala Ombudsman RI Provinsi Banten, Dedi Irsan bersama Kapolda Banten, Irjen Pol Agung Sabar Santoso.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, diduga disebabkan akibat adanya penambangan emas ilegal serta pembalakan hutan. Dugaan itu saat ini sedang diselidiki Mabes Polri bersama Polda Banten.

Dugaan adanya pertambangan illegal emas atau Peti emas serta pembalakan hutan juga mendapat sorotan Ombudsman RI perwakilan Banten. Ombudsman menilai bila yang melakukan penambangan ilegal warga setempat yang secara ekonomi kurang, maka tidak boleh menggunakan hukuman.

“Tapi tapi harus dipikirkan solusinya. Bisa jadi ada oknum yang memanfaatkan situasi itu. Oknum inilah yang harus diproses secara hukum,” kata Kepala Ombudsman RI Provinsi Banten, Dedi Irsan kepada wartawan di kantornya, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (13/1/2020).

BACA JUGA:

. Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan Terhadap Penambangan Emas Ilegal di TNGHS Lebak

. Tersebar 100 Tambang Emas Ilegal di Kawasan Gunung Halimun Salak

. Tim Gabungan Tutup Penambangan Emas Ilegal di TNGHS

Dedi menjelaskan, pertambangan emas itu harus dikelola Negara. Karena itu, pihaknya mendukung upaya kepolisian dalam mengungkap adanya dugaan penambangan emas illegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), khususnya di Kabupaten Lebak.

“Kami mendukumg upaya kepolisian dalam mengungkap penambangan emas ilegal, pertambangan emas memang harusnya dikelola negara,” imbuh Dedi.

Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso saat ditanya hasil patroli mengenai adanya dugaan penambangan emas ilegal di Kabupaten Lebak, menyatakan patroli tersebut merupakan perintah presiden.

“Kami sudah melaksankan patroli sesuai perintah presiden. Tergetnya apakah masih ada penambangan emas liar, atau sudah tidak ada lagi,” tandasnya.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.