Oksigen Industri Seluruhnya Bakal Dikonversi untuk Medis

oleh -
oksigen industri konversi oksigen kasus covid-19 kemenperin kemenkes menko bidang maritim dan investasi, luhut binsar pandjaitan
Ilustrasi Oksigen - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta pasokan oksigen seluruhnya dikonversi untuk memenuhi kebutuhan medis dalam upaya penanganan pasien corona.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Ketersediaan oksigen menjadi masalah yang harus segera ditangani di tengah melonjaknya kasus COVID-19. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan terjadi kenaikan permintaan oksigen menjadi lima kali lipat.

Karena itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta pasokan oksigen seluruhnya dikonversi untuk memenuhi kebutuhan medis dalam upaya penanganan pasien corona.

“Kami butuh data yang detail. Kami bikin konversi oksigen industri semua full ke oksigen farmasi. Kekurangan bisa nanti terpenuhi, jika oksigen industri semua difokuskan ke oksigen farmasi,” kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/7/2021).

Dalam rapat di Jakarta, Minggu (4/7/2021), Luhut langsung berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian agar Apencatatan kebutuhan oksigen di setiap kota bisa dirapikan.

BACA JUGA: Pemprov DKI Jakarta Sediakan Posko Isi Ulang Tabung Oksigen di Monas Bagi Seluruh Rumah Sakit di Ibu Kota

Kementerian Perindustrian menyatakan para produsen gas oksigen sudah 100 persen diwajibkan untuk menggeser produksi oksigennya ke oksigen medis. Melalui kewajiban tersebut, bisa didapat 1.700 ton oksigen per hari secara nasional, di mana 1.400 ton diantaranya digunakan untuk Pulau Jawa.

Industri oksigen kecil juga sudah mulai dikerahkan juga untuk mengkonversi produksi gas oksigennya ke oksigen farmasi.

Selain itu, beberapa perusahaan juga ikut mengirimkan Iso Tank untuk penanganan pasokan oksigen. Tercatat ada 21 unit kapasitas 20 ton Iso Tank dari IMIP Morowali akan tiba di Tanjung Priok pada Selasa (6/7/2021).

Disusul kemudian 5 unit Iso Tank dari Balikpapan (merupakan Iso Tank baru) yang akan tiba pada Jumat (9/7/2021) di Pelabuhan Tanjung Priok. Sedangkan 4 unit 20 feet dari Pertamina (ex LNG perlu dibersihkan) sedang dalam perjalanan dari Belawan kira-kira empat hingga lima hari perjalanan laut.

Terakhir, akan ada tambahan 3 ton oksigen cair per hari dari Krakatau Steel, Cilegon. Demikian pula pasokan dari PT Matesu Abadi dari Qingdao juga direncanakan tiba di Surabaya pada Sabtu (10/7/2021) dengan 2.300 tabung kecil berkapasitas 1 meter kubik.

Beberapa industri oksigen seperti Samator Group, LINDE Indonesia, Petrokimia Gresik, Air Products Indonesia, Air Liquide Indonesia, dan Iwatani Industrial Gas Indonesia juga berkomitmen untuk memasok oksigen medis di Pulau Jawa yang jika ditotal mampu mencapai 1.315 ton per hari.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.