Ojat, Penggugat Bank Banten Minta Perlindungan LPSK

  • Whatsapp
penggugat bank banten
Moch Ojat Sudrajat (tengah pakai batik) memberi keterangan pers.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Penggugat dugaan pemalsuan angka Net Performance Loans (NPL) pada dokumen laporan keuangan Bank Banten tahun 2019, Moch Ojat Sudrajat,  mengajukan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Permintaan perlindungan itu dilakukan Ojat dalam upaya pencegahan terjadinya tindakan yang tidak diinginkan sehingga akan mengganggu proses hukum terhadap penggugat.

Bacaan Lainnya

“Ya, kami sudah mengajukan permohonan untuk minta perlindungan agar proses hukum yang sedang berjalan ini berjalan dengan lancar tanpa ada permasalahan yang dapat menghambat itu,” kata, Ojat Sudrajat saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2020).

Ojat mengaku, proses hukum terkait dugaan pemalsuan NPL ini sudah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada 27 Juli 2020 lalu. “Laporan Pengaduan (Lapdu)-nya sudah diterima, sekarang sedang menunggu untuk proses tindaklanjutnya,” katanya.

BACA JUGA: Bank Banten Laporkan Balik Ojat ke Polda Banten

Serupa dikatakan kuasa hukum Ojat,  Panti Situmorang. Menurut Panri, permohonan itu merupakan langkah antisipasi pihaknya bersama kliennya dalam menghadapi proses hukum yang akan berjalan, baik di Bareskrim Polri maupun di Pengadilan Negeri (PN) Serang.

“Kami melihatnya ini merupakan kasus besar, yang banyak melibatkan orang-orang besar juga. Karena itu, demi keamanan semua pihak yang berkepentingan dalam kasus ini, kami mengajukan permohonan perlindungan hukum ke LPSK,” jelasnya.

Panri menekankan, yang dilaporkan kliennya ke Bareskrim Mabes Polri merupakan dugaan pemalsuan nilai NPL, bukan dugaan kredit fiktif. Menurut Pinta, dua hal itu merupakan kasus yang berbeda dengan pelapor yang berbeda pula.

“Informasi yang saya dapatkan, proses penanganan kasus itu dalam waktu dekat sudah memasuki proses penyidikan, karena laporannya sudah masuk sejak bulan Februari lalu. Sedangkan laporan kami baru sebatas Lapdu,” akunya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.