Ogah Kebanjiran Lagi, Warga Kruwuk Cilegon Minta Dibuatkan Tandon

  • Whatsapp
banjir cilegon
Warga Kruwuk, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol bersama sejumlah perusahaan menggelar hearing dengan DPRD Kota Cilegon terkait banjir.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Komisi II DPRD Kota Cilegon menggelar hearing bersama beberapa perusahaan yang diduga menjadi penyebab banjir di Lingkungan Kruwuk, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, di Ruang Rapat DPRD Kota Cilegon, Selasa (12/5/2020).

Ketua RT 03/07 Lingkungan Kruwuk, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Nasehudin mengatakan, sejumlah perusahaan yang turut hadir diantaranya PT Lotte Chemical Indonesia, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri serta PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Bacaan Lainnya

“Mereka dianggap menjadi penyebab banjir. Sebelum ada perusahaan itu lingkungan kami belum pernah banjir. Tadinya tanah resapan air diuruk dibangun perusahaan-perusahaan itu. Resapan air belum ada gantinya, otomatis air meluap ke pemukiman kami,” kata Nasehudin.

Karena itu, warga meminta dari 100 hektar bangunan proyek got yang diuruk sejumlah perusahaan, 1 persennya dibuatkan tendon untuk menampung air jika hujan. Menurutnya, penyebab banjir tersebut dikarenakan belum ada pengganti lahan serapan air di lingkungan tersebut.

Sementara itu, tokoh masyarakat Rawa Arum, Husen Saidan menambahkan, warga sudah menyampaikan beberapa solusi. Pertama, memperluas aliran sungai minimal 25 sampai 30 meter.

“Aliran sungai memang baru dinormalisasi, namun menurut kami hanya formalitas sehingga tidak efektif. Jadi, kami menginginkan agar sungai diperluas,” tuturnya.

BACA JUGA:

. Ribuan Kendaraan Pemudik Disuruh Balik Lagi di Gerbang Tol Merak Cilegon

. Pemukiman Warga Grogol Cilegon Porak Poranda Akibat Banjir

Menurutnya, jika tidak terselesaikan dan justru banjir kembali terjadi, pihaknya memastikan bakal terjadi reaksi lebih besar lagi dari warga. Menurut dia, warga akan mendatangi Wali Kota Cilegon untuk segera menyelesaikan persoalan banjir di lingkungannya.

‌Sedangkan Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Faturohmi mengatakan, tim penanganan banjir harus menindaklanjuti aspirasi warga. Secara teknis, mereka harus melibatkan sejumlah perusahaan di kawasan terdampak banjir. “Kongkritnya nanti tim penanganan banjir,  diantaranya Dinas PU, Perkim, Bappeda yang menyusun secara detail teknisnya,” jelasnya.‌(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.