Ogah Cuma Jadi Tukang Bagikan SK Tanah, Presiden Jokowi Bakal Awasi Ketat Lahan Tora

  • Whatsapp
reformasi agraria, presiden jokwoi, lahan tora, SK tanah, hutan adat, hutan sosial, ekonomi produktif,
Presiden RI Jokowi saat membagikan sertifikat lahan Tora kepada petani. (Foto dokumen Antara)

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bakal terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat, Hutan Sosial dan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) agar difungsikan pemilik lahan untuk kegiatan ekonomi produktif.

“Saya tidak ingin hanya membagikan SK. Ini akan saya ikuti, saya cek terus, untuk memastikan lahan ini memang betul-betul dipakai untuk kegiatan produktif,” kata Presiden Jokowi dalam Penyerahan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat, SK Hutan Sosial dan SK TORA Se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Bacaan Lainnya

Presiden Jokowi membagikan 2.929 SK Perhutanan Sosial seluas 3.442.000 hektare untuk 651.000 Kepala Keluarga (KK). Selain itu, Presiden Jokowi juga menyerahkan 35 SK Hutan Adat seluas 37.500 hektare dan 58 SK TORA seluas 72.000 hektar.

Presiden mengatakan, rakyat yang telah menerima SK tersebut tidak boleh menelantarkan lahan, apalagi diberikan kepada orang lain tanpa tujuan yang jelas dan tidak bermanfaat.

“Hati-hati, saya ikuti meskipun dari Jakarta, saya bisa mengikuti ini,” ujar Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Mogok Produksi, Produsen Tahu Tempe di Lebak Minta Subsidi Kedelai ke Presiden

Setelah menerima SK, pemilik lahan harus merumuskan usaha yang akan dibuka di lahan tersebut. Presiden Jokowi mencontohkan masyarakat bisa memanfaatkan lahan pertanian dan perkebunan untuk menanam komoditas pangan unggulan ataupun membuka usaha ekowisata.

“Di desa-desa, di beberapa provinsi sudah mulai, dan laku, dan menguntungkan, dan memberikan hasil. Juga berkaitan dengan bisnis argosilvopastura sudah dimulai, kemudian bisnis bioenergi juga sudah dimulai. Juga bisnis hasil hutan bukan kayu ini banyak sekali. Bapak ibu bisa pilih yang cocok sesuai dengan provinsi dan wilayah masing-masing,” ujar Presiden Jokowi.

Selain itu, kata Presiden Jokowi, bisnis industri kayu rakyat juga bisa menjadi pilihan, seperti untuk menghasilkan komoditas sengon, abesia atau akasia.

“Silahkan, karena semuanya bisa dimanfaatkan, tapi harus dikalkulasi dan harus dihitung mana yang lebih menguntungkan silahkan kerjakan,” tandas Presiden.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.