Objek Wisata di Lebak Mulai Dibuka, Tidak Terapkan Prokes Didenda Rp25 Juta

  • Whatsapp
Gunung luhur
Destinasi Gunung Luhur diserbu pengunjung.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melakukan percobaan pembukaan terhadap seluruh  destinasi wisata di wilayahnya. Percobaan pembukaan destinasi wisata itu,  menindaklanjuti terbitnya Peraturan Bupati (Perbub) Lebak Nomor 28 tahun 2020, tentang pedoman adaptasi kebiasan baru pada kondisi adaptasi kebiasaan baru pada kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. 

Demikian kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lebak Imam Riswahayadin ketika dihubungi Redaksi24.com melalui telepon selulernya, Minggu (2/8/2020). Imam menjelaskan, masa ujicoba yang dilakukan selama satu bulan pada Agustus 2020 ini,  pihaknya juga telah  berkoordinasi dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Lebak untuk melakukan sosialisasi sekaligus monitoring, guna memastikan destinasi wisata di Lebak tetap melaksanakan protokol kesehatan, seperti yang dianjurkan pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

” Siap betul pisan, jadi pas uji coba semua sektor pariwisata sekalian disosialisasikan. Apabila ada destinasi yang tidak menerapkan peraturan itu akan kita tutup,” kata Imam.

Imam mengungkapkan, di Kabupaten Lebak, kurang lebih terdapat 33 destinasi wisata. Semuanya pada masa uji coba ini dibuka, termasuk Suku Adat Baduy, Gunung Luhur Citorek atau Negeri di Atas Awan, dan pantai Sawarna. 

BACA JUGA: Siap-Siap, Ini Wisata di Lebak yang Asyik Dikunjungi Saat New Normal

Para pengelola wisata, tambahnya diwajibkan melakukan pembatasan jumlah wisatawan sebanyak 50 Persen dari kapasitas yang ada, dan menerapkan standar protokol kesehatan, seperti penyediaan ruang cuci tangan, mengatur physical distancing, dan wisatawan diharuskan menggunakan masker. Jika tidak, sesuai dengan apa yang diatur dalam Perbub nomor 28 tahun 2020 tersebut, pengelola bisa dikenakan denda sebesar Rp. 25 juta. 

” Bagi pengelola dan wisatawan kami imbau untuk taati protokol kesehatan yang tertuang di Perbup dan SOP usaha pariwisata, Perbup merupakan upaya Pemda Lebak untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dan juga memulihkan ekonomi masyarakat. Jadi dua sisi ini yang harus dapat berjalan seiringan, hal-hal dasar agar semua masyarakat patuhi penggunaan masker dimanapun berada, hindari kerumunan dan jaga jarak serta rajin mencuci tangan serta perhatikan suplai gizi makanan untuk menjaga imunitas tubuh. Apabila ini sudah menjadi kebiasaan hidup baru Insyaallah Covid19 terkendali dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Dedi Suhayadi seorang pengelola Gunung Luhur mengatakan, semenjak dibukanya kembali gunung luhur telah terjadi lonjakan wisatawan. Bahkan, setiap minggunya gunung luhur bisa dikunjungi 2000 lebih wisatawan yang berasal dari berbagai daerah. “Paling ramai di hari sabtu dan minggu, kalau ditotal bisa 2000 lebih wisatawan setiap minggunya,” kata Dedi.

BACA JUGA: Destinasi Wisata Balong Ranca Letah Di Pusat Kota Lebak Memprihatinkan

Dikatakannya, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan Pemerintah, yakni dengan menyediakan beberapa sudut tempat cuci tangan, mengimbau wisatawan untuk memakai masker dan jaga jarak.

“Kita sudah siap (protokol kesehatan), wisatawan selalu kita imbau agar mencuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak,” pungkasnya.(Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.