Ninoy Ancam Polisikan DKM Masjid Al-Falah

  • Whatsapp
Ninoy penganiayaan relawan Joko Widodo
Ninoy Karundeng berikan keterangan pers.

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Korban penganiayaan yang juga relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng, membantah Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah, Iskandar, yang menyatakan tidak ada penganiayaan di dalam Masjid. Menurut Ninoy, Iskandar telah mengalihkan fakta yang terjadi dan memintanya untuk membuat klarifikasi.

“Berkenaan dengan video beredar yang menyatakan tidak pernah terjadi pemukulan di Masjid Al-Falah lantai 1, saya sebagai korban apa yang disampaikan oleh Bapak Iskandar (orang yang menyatakan dalam video tersebut, red), baru saja saya dikonfrontir di resmob ini, saya tidak pernah melihat Pak Iskandar di dalam masjid tersebut.” kata Ninoy kepada wartawan di depan gedung Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya, Kamis Malam (10/10/2019).

Bacaan Lainnya

Selain mengungkap kebohongan yang dibuat DKM Masjid Al-Falah , Ninoy membeberkan fakta jika penganiayaan itu benar terjadi. Sebab, kata Ninoy, para tersangka yang mengerumuni dan mengintimidasinya telah mengakui perbuatannya.

“Para tersangka yang melakukan pemukulan, yang mengancam mau membunuh sudah mengakui, dan orang yang mengambil data saya, mencuri data saya sudah mengakui ada pemukulan di dalam masjid. Yang ketiga ada bukti juga bahwa salah satu tersangka mengambil gambar situasi didalam masjid tersebut, dimana saya ada di dalamnya,” terang Ninoy.

Dilansir dari suara.com, pada Minggu, 6 Oktober lalu, Iskandar memang pernah menyatakan tidak ada kejadian penganiayaan di dalam Masjid yang dikelolanya itu. Justru, menurut Iskandar, Ninoy dibawa ke dalam masjid untuk mendapatkan perawatan medis karena Ninoy mengalami penganiayaan saat berada di luar masjid sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

“Ya kita hanya mengetahui ada pemukulan ya kita berusaha masukan ke dalam. Apa lagi kan kita sudah tahu apa babak belur lah atau nggak. Ya masuk ke dalam (masjid) itu. Di dalam ini kan banyak pasien juga lainnya, ada tim dokter, tim medis ya. Paling aman di dalam dan tidak ada kegiatan pemukulan di dalam masjid. Kita tidak membolehkan masuk kecuali medis dan yang luka,” kata Iskandar saat ditemui wartawan Suara.com di Masjid (DKM) Al Falah.

BACA JUGA:

Pelaku Penganiayaan Ninoy Kanrundeng Bertambah Menjadi 13 Orang

Terkait Penganiayaan Ninoy Karundeng, Munarman Penuhi Panggilan Polisi

Novel Bamukmin Dipanggil Polda Metro Jaya Terkait Kasus Ninoy

Namun, Ninoy membantah pernyataan tersebut dan mengaku akan melanjutkan kabar bohong itu ke pihak Kepolisian, jika, Iskandar selaku DKM Masjid Al-Falah tidak segera mengklarifikasi pernyataannya.

“Yang mana (kabar DKM Masjid Al-Falah) itu betul-betul satu fitnah. Oleh sebab itu, saya mohon Pak Iskandar untuk mencabut, memberikan klarifikasi bahwa apa yang disampaikan tidak benar. Jika tidak dilakukan, saya sebagai orang yang mengalami pemukulan seperti ini, diancam dibunuh, saya akan melaporkan ke pihak Kepolisian untuk penyebaran berita bohong, itu yang saya lakukan,” tegas Ninoy. (Alfin/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.