Ngaku Penyidik Bareskrim, 3 Wartawan Gadungan Peras Sekdes Hinga Rp700 Juta

oleh -
PRESS CONVERENCE : Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Sabilul Alif memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolresta Tangerang, Selasa, (13/5/2019). Foto : Hendra Wijaya

KAB.TANGERANG,R24—JajaranPolresta Tangerang menangkap tiga wartawan gadungan yang melakukan pemerasan terhadap Sekretaris Desa (Sekdes) Jengkol, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten.Dengan mengaku sebagai penyidik Mabes Polri para pelaku yag berinisial Rul, Fad, dan Ibn  ini , memeras hingga Rp700 juta.

“Pelaku mengaku sebagai Penyidik Tipikor Bareskrim,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Sabilul Alif  saat menggelar Press Converence , Selasa (14/5/2019) siang.

Kapolres menjelaskan, awal kejadian adalah saat korban didatangi oleh tersangka Rul dan Fad di kediamannya. Dengan menunjukan  surat panggilan palsu atas nama korban, Rul dan Fad mengaku sebagai penyidik Bareskrim  Polri dengan pangkat AKP dan Ipda.

“Surat panggilan itu, diperoleh para tersangka dari internet kemudian menyuntingnya dengan perangkat compute, jelas sabilul.

Selang beberapa waktu, lanjut Kapolres, tersangka Rul menghubungi korban dan meminta uang sebesar Rp5 juta, korban yang ketakutan langsung mentransfer. Lalu beberapa hari tersangka kembali menghubungi korban dan kembali meminta uang sebesar Rp40j uta dengan alasan agar proses penyidikan kasus tidak dilanjutkan dan korban pun menuruti permintaan tersangka.

Belum puas sampai disana,beberapa waktu kemudian, para tersangka kembali meminta uang kepada korban sebesar Rp100 juta  agar bisa mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3)  serta untuk membereskan surat panggilan kejaksaan dan agar kasus itu tidak dimuat di media massa diperkuat oleh tersangka Ibn.

“Korban yang ketakutan terus menuruti kemauan para tersangka  sehingga mentransfer uang secara bertahap dengan total  mencapai Rp700 juta,”ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Kapolres Jember ini.

Tak tahan terus diperas lanjut Sabilul, korban yangmulai mulai curiga akhirnya melapor ke polisi. Berbekal laporan tersebut jajaranSatreskrim Polresta Tangerang langsung meringkus ketiga tersangka pada dua tempat berbeda di Kecamatan Balaraja dan Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung. Polisi  juga mengamankan barang bukti sebanyak 61 lembar transfer ke bank, kartu identitas sebagai jurnalis, 1 bendel berkas tangkapan layar percakapan antara korban dan para tersangka melalui aplikasi What’sApp.

“Tersangka mengaku  uang hasil memeras itu dibagi-bagi diantara mereka.  Rul mendapatkan Rp240,7 juta, Fad sebesar Rp270,3 juta dan Fad menerima Rp88 juta,” jelasnya.

Sabilul meminta kepada siapa saja untuk tidak mudah percaya dengan orang atau oknum yang mengaku sebagai penyidik Polri atau sebagai jurnalis dan bila ragu secepatnya melaporkan ke polisi. Polisi menjerat ketiga tersangka dengan 368 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal diatas lima tahun (hdr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *