New Normal Ala MUI Pandeglang dengan Menerapkan Pola Hidup Islami

  • Whatsapp
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang
Ketua MUI Pandeglang, KH Tubagus Hamdi Ma'ani.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang mengajak masyarakat untuk bergaya hidup Islami. Pola hidup islami dinilai tepat dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Sebab dalam menghadapi wabah covid-19, tak hanya menjaga kesehatan jasmani, tapi dibutuhkan juga kesehatan rohani.

Ketua MUI Pandeglang, KH Tubagus Hamdi Ma’ani menuturkan, sekarang ini tengah ramai bicara menuju tatanan hidup baru atau New Normal di tengah pandemi covid-19. Pemerintah gencar menyosialisasikannya pentingnya penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat dalam menghadapi New Normal.

Bacaan Lainnya

Namun ada yang tak kalah penting lagi yang perlu dijaga dan dilakukan oleh umat Muslim khususnya maayarakat Pandeglang, yaitu menjaga kesehatan rohani, supaya terhindar dari virus kemaksiatan dan dosa yang sudah merajalela.

“Dalam menghadapi pandemi covid-19 dan menuju tatanan baru, kesehatan jasmani dan rohani perlu dijaga. Seperti dalam menjaga kesehatan jasmani dengan penerapan protokol kesehatan, dan untuk kesehatan rohani dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” ungkap KH Hamdi Maani, Jum’at (19/6/2020).

Menurutnya, di tengah pandemi covid-19, New Normal dengan taubat sebagai landasan pola hidup yang telah melenceng dari syariat Islam, untuk menuju kehidupan lebih baik lagi dengan menjadi hamba taat beribadah.

“Penting menjaga kesehatan jasmani dan lebih penting pula menjaga kesehatan rohani. Maka dari itu, mari bergaya hidup Islami dalam menuju kehidupan lebih baik lagi, supaya kesejahteraan dan kebahagiaan di dunia dan si akhirat kelak kita dapatkan,” ujarnya.

Lanjut KH Hamdi, penerapan rotokol kesehatan di tengah pandmei covid-19 ini terus kumandangkan pemerintah kepada masyarakat. Salah satunya dengan menjaga kebersihan tubuh dan menggunakan masker.

Jika menelaah pada penggunaan masker pada pandemi covid-19, bukan sebatas menjaga virus atau kotoran masuk melalui rongga mulut, tetapi, masker juga sebagai simbol dalam menjaga virus ghibah, namimah, fitnah, bohong dna hoax.

“Jadi dengan menggunakan masker kesehatan jasmani terjaga, dan kesehatan rohani juga terjaga dari penularan virus hgibah, namimah, bohong dan fitnah,” katanya.

Selain menggunakan masker dalam penerapan protokol kesehatan, masyarakat juga disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Hal ini juga bisa dikaitkan dengan Istigfar.

“Sebab ketika terkontaminasi virus, maka harus dibersihkan dengan alat pembersih. Begitupun ketika terpapar virus maksiat, bersihkan dengan membaca istigfar dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Selain itu ada istilah social distancing atau menjaga jarak adalah salah satu upaya menjaga kesehatan jasmani dari penularan covid-19. Dalam menjaga kesehatan rohani, yaitu dengan sabar artinya menahan diri dan meninggalkan perbuatan yang tidak berfaedah.

Tak hanya itu, dalam penanggulangan wabah pandmei covid-19, pemerintah juga melakukan pengecekan suhu tubuh untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat. Untuk mengetahui kesehatan rohaninya, yaitu dengan muhasabah, untuk mengetahui apakah nafsu dan emosi meningkat atau tidak.

“Adapun rapid test, kaitannya dengan bermunajat memohon petunjuk agar batin dibersihkan kembali dari virus kemaksiatan. Jaga imunitas jasmani dengan dzikir, tilawah dan do’a,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.