Nelayan Tangerang Temukan Banyak Serpihan Pesawat Sriwijaya Air

oleh -
sriwijaya air, nelayan, tangerang, kepulauan seribu, pesawat jatuh, basarnas,
Tim Gabungan Basarnas TNI melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air yang diduga jatuh di Kepulauan Seribu.

TANGERANG, REDAKSI24.COM – Para nelayan di pesisir Pantai Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menemukan banyak serpihan benda yang diduga bagian dari pesawat  Sriwijaya Air.

Para nelayan di kawasan itu berinisiatif ikut mencari keberadaan Pesawat Sriwijaya Air yang dikabarkan jatuh dan meledak di  sekitar Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

“Setelah mendengar ada pesawat jatuh, nelayan juga bantu ikut mencari pesawat, banyak ditemukan serpihan pesawat,” kata Erwin, seorang nelayan di pesisir Tanjung Kait Kabupaten Tangerang, Minggu (10/1/2021).

Erwin mengatakan, saat peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu (9/1/2020), dirinya sedang berada di Pulau Laki usai mengantar pemancing. Saat itu, dia bersama rekannya sedang meneduh di bagan pancing karena ketika itu hujan deras.

Tak lama berselang, terdengar bunyi keras yang awalnya seperti petir. Ombak di sekitar Pulau Laki pun kencang. Karena jarak pandang saat itu tak jelas dan hujan lebat, dia tak menyangka jika ledakan itu berasal dari pesawat jatuh.

BACA JUGA: Sebanyak 60 Penyelam Dari Brimob Polri Diturunkan Cari Pesawat Sriwijaya Air

Dirinya meyakini jika pesawat itu jatuh di sekitar perairan Pulau Lancang Besar dan Pulau Bokor. Sebab di sekitar Pulau Laki tidak ada tanda-tanda.

“Pagi ini sudah mengantar ke Pulau Laki dan tidak ada pemancing yang menemukan serpihan. Kondisi Pulau Laki memang sepi, pemancing langsung ke bagan tempat mancing kalau datang,” kata pria berusia 26 tahun tersebut.

Warga Desa Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, tepatnya di Pantai Tanjung Kait mengaku sempat mendengar suara ledakan ketika pesawat Sriwijaya Air SJ-182 meledak dan jatuh di Peraiaran Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

“Kejadian pas hujan dan ada bunyi ledakan besar. Kami kira suara petir,” kata Erwin, warga Pantai Tanjung Kait ditemui di Tangerang Minggu (10/1/2021) saat hendak mengantar pemancing ke Pulau Laki.

Ia mengatakan saat peristiwa terjadi dirinya sedang memasak di warung yang berada di pesisir Pantai Tanjung Kait. Lalu saat kejadian berhembus kencang sehingga banyak nelayan yang menghentikan perjalanan ketika itu.

“Pemancing juga banyak yang dengar. Warga di perkampungan Desa Anom juga dengar. kami kira itu petir dan tak menyangka pesawat jatuh,” katanya. Namun dirinya baru sadar jika bunyi ledakan itu adalah pesawat jatuh setelah melihat berita.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jenis Boeing 737-500 dikabarkan hilang. Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Berdasarkan informasi dari Basarnas, pesawat itu hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.