Nelayan Pandeglang Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

  • Whatsapp
gelombang tinggi
BMKG memprediksi bakal terjadi gelombang tinggi di Perairan Banten, termasuk Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Perikanan (Diskan) Pandeglang, Banten, menghimbau kepada para nelayan agar waspada terhadap cuaca buruk di perairan Pandeglang. Imbauan itu disampaikan mengingat adanya informasi dari BMKG terkait peringatan dini gelombang tinggi di perairan Provinsi Banten dan sekitarnya.

Seperti yang dikutif dari akun media sosial facebook Dinas Perikanan Pandeglang, dalam postingannya kemarin menyatakan, dimohon kepada masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai dan yang melakukan aktivitas area pesisir yang berpotensi gelombang tinggi agar selalu waspada.

Bacaan Lainnya

Karena adanya peringatan dini gelombang tinggi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang berlaku mulai dari tanggal 27 sampai 29 September 2020 pukul 07:00 WIB. Dalam postingan akun facebook Dinas Perikanan itu juga tercatat sumber dari (@infobmkg).

Diketahui dari gambar peta informasi BMKG yang diposting diakun medsos Dinas Perikanan Pandeglang tersebut, menyatakan terdapat sirkulasi udara di perairan Utara Singkawang dan Samudera Pasifik utara Biak. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara – Barat dengan kecepatan 6 – 25 knot.

Sedangkan di wilayah Selatan Indonesia dari Timur Tenggara dengan kecepatan 8 – 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di laut Natuna Utara, Laut Natuna, Perairan Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Banten, dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan gelombang tinggi di sekitar wilayah tersebut.

BACA JUGA: Kesadaran Nelayan Pandeglang Ikut Asuransi Jiwa Masih Rendah

Tinggi gelombang 2,5 – 4,0 meter yang berpeluang terjadi di wilayah Perairan Selatan Banten, Selat Sunda bagian Selatan, dan Samudra Hindia Selatan Banten.

Kepala Dinas Perikanan Pandeglang, Suaedi Kurdiatna mengatakan, sesuai informasi yang didapatnya dari BMKG tentang potensi cuaca ekstrim atau gelombang tinggi. Maka pihaknya menghimbau kepada para nelayan dan masyarakat yang berada di area pesisir pantai, untuk tetap waspada dengan informasi tersebut.

“Saya himbau agar nelayan dan warga yang berada di wilayah pesisir pantai agar tetap waspada, baik ketika sedang ada di rumah maupun yang tengah melakukan aktivitas di laut. Namun saya harap informasi potensi gelombang tinggi itu tidak terjadi,” ungkap Suaedi melalui sambungan telepon, Senin (28/9/2020).

Adanya informasi dari BMKG terkait potensi gelombang tinggi tersebut juga dibenarkan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Pandeglang, menurut Kepala BPBD Pandeglang, Surya Darmawan melalui siaran Pers BMKG dinyatakan, potensi hujan lebat selama tiga hari ke depan.

Saat ini kata Surya, masih terpantau aktifitas gelombang Atmosfer di wilayah Indonesia, yaitu Rossby Ekuatorial (fenomena pergerakan sistem konvektifitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah barat dan melewati wilayah Indonesia, dan Madden Jullian Oscillation (fenomena pergerakan sistem konvektifitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah timur dan melewati wilayah Indonesia.

“Hal ini memberikan kontribusi pada peningkatan massa udara basah yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan dalam beberapa hari ke depan.  Kondisi itu diperkuat dengan anomali hangat suhu muka laut di perairan Indonesia, terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin,” terang Surya dalam siaran pers BMKG yang diposting disalah satu gropu WhatsApp Wapena Pandeglang.

Lanjut Surya dalam siaran pers BMKG itu, kondisi tersebut yang memanjang di pesisir Barat Sumatera, Selat Karimata, sebagian Pulau Jawa, Selat Makassar dan Laut Banda, dan didukung dengan kondisi atmosfer yang hangat dan lembab di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Berdasarkan analisis beberapa fenomena atmosfer, BMKG memprediksikan dalam periode tiga hari kedepan, hujan dengan intensitas sedang lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah salah satunya Banten,” ujarnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.