Nelayan Lobster Pandeglang Diminta Jangan Cuma Pikirkan Ekspor

  • Whatsapp
nelayan lobster pandeglang
Pejabat KKP memberikan arahan kepada nelayan lobster di Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Para nelayan di Pandeglang, Banten diminta agar tidak hanya bisa melakukan penangkapan benih lobster untuk kebutuhan ekspor. Tetapi nelayan juga harus mampu membudidayakan benih lobster tersebut agar tetap terjaga ekosistemnya.

Demikian disampaikan pejabat dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI saat menemui para nelayan lobster binaan Koperasi Alam Bahari di Kampung Rancecet, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kemarin (6/8/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungannya, pejabat KKP tersebut beraudiensi langsung dengan para nelayan lobster, sekaligus memberikan arahan kepada para nelayan tentang aktivitas penangkapan dan pembudidayaan benih lobster.

Pada kesempatan itu juga, para nelayan pun banyak menyampaikan keluhan terhadap kendala yang dialami dalam proses penangkapan benih lobster, salah satunya soal keterbatasan alat tangkap dan kebutuhan bantuan permodalan.

Kasubdit Pengawasan Penangkapan Ikan KKP RI, Ndarusmiarto mengatakan, kegiatan ini salah satu pembinaan terhadap paran nelayan benur lobster yang ada di Pandeglang, karena Menteri Perikanan sekarang ini sudah melegalkan nelayan untuk melakukan penangkapan dan budidaya lobster, sesuai dengan Peraturan Mentri (Permen) Nomor 12 tahun 2020.

“Tentunya kami juga perlu tahu bagaimana mereka (nelayan) dalam melakukan aktivitas penangkapan benih lobster itu. Kemudian apa saja yang menjadi kendala nelayan dalam melakukan aktivitasnya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Perairan Pulau Liwungan Pandeglang Dijadikan Sarang Lobster

Menurutnya, dalam kesempatan ini pihaknya juga banyak menerima aspirasi dari para nelayan, dan memang pihaknya ingin mengetahui apa saja hambatan dan persoalan yang terjadi di lapangan, agar nantinya menjadi bahan evaluasi dan menjadi keputusan pemerintah ke depannya.

“Ya apa yang menjadi keluhan para nelayan tadi, itu memang sudah menjadi kewajiban pemerintah dalam membantu kebutuhan nelayan. Maka kami juga akan memperhatikan apa yang menjadi keluhan para nelayan ini, karena fasilitas atau sarana yang memadai akan menunjang kesejahteraan nelayan,” ujarnya.

Lanjut dia, selain punya kewajiban pemenuhan kebutuhan sarana bagi para nelayan dalam menunjang kelancaran aktivitasnya, pemerintah juga akan terus mendorong kapasitas nelayan melalui pembinaan terhadap nelayan tersebut.

“Intinya dengan telah dilegalkannya penangkapan benur lobster ini, akan mampu mendongkrak prekonomian para nelayan. Saya harap nelayan juga bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik,” katanya.

Pihaknya juga menyarankan kepada para nelayan, agar nelayan tidak hanya bisa melakukan penangkapan benih lobster untuk kebutuhan ekspor. Akan tetapi nelayan juga harus mampu membudidayakan benih lobster tersebut, karena untuk lobster konsumsi tidak hanya Negara luar saja yang membutuhkan, tapi Indonesia juga banyak membutuhkan lobster konsumsi tersebut.

“Tak hanya itu, budidaya lobster juga akan dijadikan eko wisata. Sehingga akan punya nilai domestik dan insternasional, maka tetunya potensi nilai ekonominya juga akan lebih tinggi lagi,” tuturnya.

Meski demikian, tambah Ndarusmiarto, para nelayan juga harus menjaga kearifan lokalnya, salah satunya dengan melepasliarkan sebagian hasil tangkapan dan budidaya benih lobster, supaya kelestarian lobster di laut tetap terjaga dalam meningkatkan prekonomian nelayan itu sendiri.

“Saran saya nelayan juga harus meningkatkan kepatuhannya, mampu bekerjasama dengan pemerintah baik daerah maupun pusat. Karena dengan begitu, nilai-nilai ekonomi juga akan meningkat pula,” tuturnya.

BACA JUGA:  Cuaca Ekstrim, Nelayan Rancecet Pandeglang Libur Melaut

Di tempat yang sama, Ketua Koperasi Alam Bahari, Didi Supardi mengaku, sangat mengapresiasi terhadap pihak KKP RI yang sudah memperhatikan kondisi nelayan lobster binaan koperasinya tersebut. Selain itu juga kata Didi, melalui kegiatan ini pihak KKP bisa mengetahui bahwa dengan sudah dilegalkannya penangkapan benih lobster, para nelayan sangat antusias sekali dalam menjalankan aktivitas penangkapan benur lobster tersebut.

“Jadi pihak KKP juga harus mengetahui, ini loh semangat para nelayan dengan sudah dilegalkannya penangkapan benih lobster oleh pemerintah. Sebab dengan begini, potensi peningkatan ekonomi nelayan cukup tinggi,” ujarnya.

Dikatakannya, ada sekitar 600 nelayan binaan Koperasi Alam Bahari di Banten ini, baik yang ada di Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Untuk di Pandeglang sendiri ada sekitar 400 nelayan, yang sekarang ini punya semangat yang tinggi dalam melakukan aktivitas penangkapan benih lobster.

Namun, kata Didi, ada beberapa kendala yang dihadapi para nelayan dalam melakukan aktivitas kesehariannya (melaut). Mulai dari kebutuhan sarana hingga permodalan dalam mengoptimalkan aktivitas para nelayan tersebut.

“Mudah-mudahan kami berharap Menteri KKP bisa memperhatikan keluhan para nelayan Koperasi Alam Bahari. Karena sejauh ini masih banyak kendala yang dialami para nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.