Polres Cilegon Bongkar Peredaran Narkoba Sindikat Lapas Kota Cilegon

oleh -
Peredaran Narkoba Lapas Cilegon
Kapolres Kota Cilegon, Banten, AKBP Yudhis Wibisana menunjukan barang bukti sabu yang disita dari para tersangka pengedar narkoba jaringan Lapas Cilegon.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Jajaran Polres Kota Cilegon, Polda Banten membongkar sindikat narkoba yang diduga dikendalikan narapidana (Napi) Lapas Kelas II Kota Cilegon. Dari pengungkapan itu, petugas Polres Cilegon mengamankan empat tersangka pengedar narkoba jenis sabu yang dikendalikan penghuni Lapas tersebut.

Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana mengapresiasi keberhasilan jajarannya dalam mengungkap peredaran narkoba yang diduga dikendalikan dari balik jeruji Lapas Kota Cilegon tersebut.

Pada awalnya, petugas mendapat informasi adanya peredaran narkoba lintas daerah Cilegon dan Kabupaten Serang. Dari informasi itu, petugas lalu menangkap tersangka Febian bersama dua rekannya, Beny dan Meliyus di sebuah kontrakan Kampung Buah Jangkung, Desa Waringin Kurung, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, 27 Januari 2020 lalu.

“Dari tangan ketiga tersangka kami temukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 35 gram,” ungkap Kapolres kepada wartawan di Mapolres Cilegon, Kamis (13/2/2020).

Dari penangkapan itu, lanjut Yudhis, pihaknya kemudian melakukan pengembangan. Dari hasil pengembangan, petugas lalu menangkap tersangka Mariono di kawasan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, pada 10 Februari 2020 dengan barang bukti satu paket sabu seberat 9,95 gram.

Para tersangka kemudian menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Kota Cilegon. Kepada petugas tersangka Febian mengaku mendapat pasokan sabu dari Jakarta atas arahan seorang penghuni Lapas Kelas II Cilegon bernama Lukman.

BACA JUGA:

. Polres Cilegon Masuk Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi

. Direktur Pensiun, PDAM Cilegon Mandiri Dipimpin Plt

. Raperda RTRW Pemkot Cilegon Minimalisir Potensi Bencana Melalui Mitigasi

Sedangkan tersangka Mariyono mendapat barang haram sabu dari Baros dan akan diedarkan di kawasan Jombang atas arahan seorang penghuni Lapas Kelas II Cilegon bernama Adi. “Para tersangka dikendalikan oleh dua penghuni Lapas bernama Lukman dan Adi lewat telepon genggam,” papar Yudhis.

Kapolres mengatakan, kedua penghuni Lapas yang bernama Lukman dan Adi kini masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Kota Cilegon. Yudhis menyatakan secepatnya akan berkoordinasi dengan Kepala Lapas untuk mencari kedua DPO yang diduga mengendalikan peredaran narkoba di Kota Cilegon dan Serang.

Yudhis mengaku, akan terus melakukan penyelidikan lebih intensif bersama dengan pihak Lapas Kelas II Kota Cilegon. “Nanti kami lakukan penggeledahan ke Lapas Kota Cilegon,” katanya,

Yudhis menyebut para tersangka bakal dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.(Firasat/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.