Munarman Bantah Ingin Menghapus Rekaman CCTV

oleh -
Munarman
Munarman (baju biru) saat diwawancarai media.

JAKARTA,REDAKSI24.COM—Munarman melalui Kuasa Hukumnya Azis Yanuar membantah jika dirinya menyuruh Supriyadi, selaku DKM masjid Al-Falah untuk menghapus video rekaman CCTV terkait penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng di Masjid Al-Falah (30/09/2019). Menurut Azis, klienya hanya hendak mengamankan CCTV yang dimintainya itu tanpa ingin menghapus rekamannya.

“Bukan, bukan (meminta untuk dihapus), justru (Munarman) mau tahu faktanya (isi rekaman) yang akan digunakan (sebagai barang bukti) oleh pihak Kepolisian,” ucap Aziz Yanuar di Polda Metro Jaya, Rabu, (9/10/ 2019).

Menurut Aziz, Munarman meminta CCTV pada Supriyadi karena ingin melakukan konsultasi padanya terkait isi rekaman. Munarman pun mengakui, ia meminta CCTV pada Supriyadi 2 hari setelah kejadian yang menimpa Ninoy Karundeng melalui obrolan aplikasi pesan Whatsapp.

BACA JUGA :

Terkait Penganiayaan Ninoy Karundeng, Munarman Penuhi Panggilan Polisi

Pelaku Penganiayaan Ninoy Kanrundeng Bertambah Menjadi 13 Orang

Dalam percakapan melalui pesan Whatsapp tersebut, kata Aziz, Munarman juga meminta  Supriyadi mengamankan CCTV dari pihak-pihak yang menurutnya dicurigai.

“Isinya (percakapan WA tersebut) bahwa, pihak “S” (Supriyadi) tadi itu menanyakan, ada pihak-pihak yang mengaku Polda bagaimana? Lalu pak Munarman selaku penasehat hukum di advokat juga, memberikan saran konsultasi hukum juga bahwa jika ada orang-orang ngaku-ngaku (dari Polda) usir aja, seperti itu.” terang Aziz

Aziz menambahkan, saat ini rekaman CCTV masjid Al-Falah masih utuh dan sudah berada ditangan kepolisan.

Sebagaimana diketahui, kemarin Munarman dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan dalam kapasistasnya sebagai saksi terkait penganiayaan Ninoy Karundeng. Dari pengakuan yang ia sebutkan, ada 18 pertanyaan yang diajukan penyidik. Munarman yang diperiksa sejak siang hari itu pun baru bisa keluar dari gedung Resmob pada malam hari.

Pihak kepolisian menetapkan 13 tersangka yang melakukan penganiayaan terhadap relawan Jokowi itu. Ninoy sempat diinterogasi oleh mereka dengan membawanya ke dalam masjid dan diancam ingin dibunuh. Diantara para pelaku itu termasuk didalamnya Sekjen PA 212, Bernard Abdul Jabbar.(Alfin//Hendra)