Mulai 13 September, PTM di Kabupaten Tangerang Khusus SMP/SMA Sederajat

oleh -
Mulai 13 September, PTM di Kabupaten Tangerang Khusus SMP/SMA Sederajat pemkab tangerang dinas pendidikan pandemi covid-19
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid yang memimpin rapat mengatakan, simulasi PTM hanya berlaku bagi siswa siswi SMP/MTs dan SMA/SMK/MA sederajat. Simulasi PTM belum berlaku bagi murid sekolah dasar (SD) sederajat.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, berencana menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (13/9/2021). PTM berlaku bagi siswa siswi SMP/sederajat, SMA, SMK/sederajat.

Rencana itu terangkum dalam rapat kesiapan PTM di Ruang Rapat Cituis Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, kemarin (9/9/2021). Rapat yang digelar melalui zoom meeting itu diikuti guru, kepala sekolah, camat, dan lurah se-Kabupaten Tangerang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid yang memimpin rapat mengatakan, simulasi PTM hanya berlaku bagi siswa siswi SMP/MTs dan SMA/SMK/MA sederajat. Simulasi PTM belum berlaku bagi murid sekolah dasar (SD) sederajat.

“Simulasi PTM di Kabupaten Tangerang dimulai tanggal 13 hingga 18 September 2021,” kata Sekda pada rapat yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Dewan Pendidikan, Kementerian Agama, dan Ketua PGRI.

BACA JUGA: Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Janjikan Perbaikan TPT Jebol

Sekda menambahkan PTM harus digelar lebih hati-hati, karena pandemi COVID-19 belum berakhir. Karena itu, kata dia, perlu dilakukan simulasi PTM terlebih dahulu sambil melihat situasi dan kondisi serta perkembangan COVID-19 di Kabupaten Tangerang.

Maesyal Rasyid menyebut ada beberapa kriteria yang menjadi syarat bisa digelarnya PTM, yaitu sekolah yang jumlah siswa siswinya telah mendapatkan vaksinasi minimal 60 hingga 80 persen, termasuk guru-gurunya serta kepala sekolahnya.

“Itulah sekolah yang bisa melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka,” imbuh Sekda.

Uji coba PTM selama 4 hari ini, pihak sekolah harus memperhatikan protokol kesehatan (Prokes), seperti menyiapkan sarana tempat cuci tangan, hand sanitizer, alat pengukur suhu tubuh serta wajib memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan.

BACA JUGA: SMKN di Kabupaten Tangerang Mulai Uji Coba PTM

Siswa yang hadir di sekolah sebanyak 50 persen dari jumlah siswa keseluruhan. Jika siswanya 40 orang, maka 20 orang yang mengikuti PTM secara bergantian setiap satu hari sekali.

Pembelajaran setiap harinya akan dilakukan selama 120 menit atau 2 jam, dengan menerapkan Prokes yang ketat; menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

“Jika ada siswa yang mengalami sakit dan terkonfirmasi COVID, maka pembelajaran tatap muka akan dihentikan,” jelas Sekda.

Sekda juga meminta para camat dan lurah agar memonitor langsung penerapan Prokes di sekolah, mulai dari pengecekan suhu, tersedianya wastafel atau tempat cuci tangan dan siswa yang masuk sekolah agar wajib menggunakan masker.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Syaifullah membenarkan simulasi PTM akan diberlakukan pada siswa jenjang SMP, SMA, dan SMK. Untuk jenjang SD belum diberlakukan PTM.

“Untuk PTM siswa/siswi dan para guru sampai saat ini sudah mendapatkan dosis vaksin mencapai 60 persen,” ungkap Syaifullah.(Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.