Mulai 10 September 2020, Kota Serang Terapkan PSBB, Begini Skemanya

  • Whatsapp
PSBB Kota serang
Wali Kota Serang, Syafrudin memimpin rakor penerapan PSBB, Rabu (9/9/2020).

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan rapat persiapan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Kota Serang di Aula Setda Kota Serang.

Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan, rapat perumusan PSBB menyusul terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 443/kep.209-Huk 2020 tentang penetapan PSBB di Provinsi Banten dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Diketahui poin utama dari Pergub Banten ini adalah kabupaten atau kota se-Provinsi Banten wajib melaksanakan PSBB, mendorong serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada seluruh masyarakat.

“PSBB merupakan instruksi Pergub, wajib dilaksanakan kabupaten atau kota. Kami beserta Forkopimda dan kepala OPD sedang membahas skema PSBB di Kota Serang,” katanya kepada wartawan di Puspemkot Serang, Rabu (9/9/2020).

Menurut Syafrudin, pihaknya bersama Forkopimda sudah sepakat akan menerapkan PSBB di Kota Serang, mulai tanggal 10 September sampai 24 September 2020 atau selama 14 hari. Penerapan PSBB di ibu kota Banten itu, kata dia, nantinya berdasarkan Keputusan Walikota (Kepwal),

BACA JUGA: Ada Ratusan Penyandang Masalah Sosial, Anjal di Kota Serang Paling Sulit Ditertibkan

Syafrudin memberikan gambaran, dalam penerapan PSBB nanti pihaknya akan memberlakukan cek poin di 8 titik di Kota Serang. Cek poin meliputi pengecekan suhu tubuh warga yang hendak masuk Kota Serang. Bila ditemukan suhu tubuh lebih dari 37 derajat celcius, akan diminta untuk kembali ke tempat asalnya.

“Kemudian, jika ada pengendara yang tidak menggunakan masker, akan didenda sesuai sanksi berupa teguran, sanksi sosial dan denda Rp100 ribu. Sanksi ini diatur dalam Kepwal nomor 30 tahun 2020,” jelasnya.

PSBB tersebut, lanjut Syafrudin, bukan menutup bagi orang yang hendak datang ke Kota Serang, tapi lebih kepada pembatasan. Nantinya Dishub Kota Serang menjadi leading sektor dalam membatasi kendaraan bus atau umum yang masuk ke Kota Serang melalui Terimal Pakupatan.

“Ini hanya pembatasan bukan penutupan, agar ekonomi masyarakat di Kota Serang tetap berjalan. Hanya saja  ada pembatasan dari waktu dan kerumunan serta hal-hal lain yang bisa menyebabkan penyebaran virus Covid-19,” jelasnya.

Pembatsan waktu seperti di mall atau pusat perbelanjaan. Misalnya biasa buka mulai pukul 07.00 WIB sampai 22.00 WIB, menjadi mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Kemudian masyarakat tidak berkerumun dan harus menggunakan masker. “Nanti ada petugas dari TNI-Polri dan dari Pemkot Serang yang akan mengawasi,” tutupnya.

BACA JUGA: Laporan Reses DPRD Kota Serang Didominasi Masalah Infrastruktur Jalan

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang, Hari Pamungkas mengungkapkan, pihaknya menyediakan Rusunawa untuk karantina khusus bagi penanganan kasus Covid-19.

“Kami sudah siapkan Rusunawa yang di Margaluyu sebagai tempat isolasi pasien covid-19, selain juga di rumah sakit,” ungkapnya.

Namun begitu, menurut Hari, pihaknya masih melihat perkembangan kasus Covid-19. Jika perkembanganya dinilai signifikan, atau pasien covid-19 tidak tertampung pada rumah sakit, pihaknya baru akan mengaktifkan Rusunawa tersebut.

Ditanya apakah kasus covid-19 di Kota Serang masuk dalam gelombang kedua, Hari menyebut sebagai fenomena atau dampak yang terjadi dari penetapan new normal. “Saya rasa kembali kepada masyarakat, harus lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.