MUI: Polisi Jangan Mudah Percaya Alasan Gila Pelaku Penikaman Ali Jaber

  • Whatsapp
Din mengingatkan jangan percaya alasan gila pelaku penusukan Ali Jaber, sementara Basarah meminta Polri transparan
Ulama dan Pendakwah, Syekh Ali jaber

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Ketua Dewan Pertimbangan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Din Syamsuddin mengingatkan polisi agar  jangan mudah percaya dengan alasan gila dari pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, smentara Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah meminta Polri  transparan dalam mengusut motif pelaku agar kasus itu tidak.

Din menegaskan, polisi jangan gampang percaya alasan pelaku penikaman Ali Jaber dengan alasan gila atau hilang akal hingga kemudian  aparat tidak melanjutkan pengusutan kasus kekerasan itu.

Bacaan Lainnya

“Polri jangan terlalu mudah percaya dengan pengakuan orang tua pelaku bahwa pelaku sudah empat tahun mengalami gangguan kejiwaan,”ujar Din kepada wartawan, Selasa.

Menurutnya, terdapat kesaksian banyak pihak yang beredar luas di media sosial bahwa tersangka AA tidak gila seperti sering bermain media sosial, muncul di tempat umum sebagai orang waras dan contoh lainnyasehingga polisi jangan meremehkan kesaksian-kesaksian tersebut.

“Tidaklah masuk akal sehat jika ada seorang gila merencanakan suatu perbuatan dengan mendatangi sebuah acara berpakaian rapih dengan sengaja membawa pisau dan kemudian menuju sasaran tertentu,  kecuali ia adalah seseorang yang waras dan patut diduga merupakan suruhan dari pihak yang memiliki tujuan tertentu,” katanya.

BACA JUGA:Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Kutuk Penikaman Syekh Ali Jaber

Sebelumnya, Polda Lampung masih memeriksa kejiwaan pemuda berinisial AA pelaku penusukan Ali Jaber untuk memastikan apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak.

“Karena menurut keterangan orang tuanya yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa, namun dari kepolisian tidak bisa menerima pengakuan ini begitu saja,” ujar Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto, di Bandarlampung, Minggu (13/9) malam.

Sementara itu Ahmad Basarah meminta Polri  transparan dalam mengusut tuntas motif pelaku penyerangan Ali Jaber agar tidak dipolitisasi pihak-pihak tertentu yang ingin memperkeruh situasi.

“Transparansi aparat penegak hukum dalam mengusut kasus ini akan sangat menentukan apakah kasus ini terbuka untuk dipolitisiasi atau tidak,”ujar Basarah dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dia juga mengecam keras tindakan penusukan terhadap ulama dan pendakwah itu.(Anom/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.