MUI Pandeglang Himbau Remaja Muslim tak Rayakan Valentine

  • Whatsapp
MUI Pandeglang
Ketua MUI Pandeglang, Tubagus Hamdi Maani mengimbau remaja untuk tidak merayakan valentine.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, Banten melarang para remaja, khususnya umat muslim untuk merayakan hari valentine. Sebab, hal itu bukan merupakan budaya Islam.

Ketua MUI Pandeglang, KH Tubagus Hamdi Maani menyarankan, agar para remaja untuk tidak merayakan hari yang disebut juga dengan istilah hari kasih sayang itu. Sebab hal tersebut bukan budaya Islam.

Bacaan Lainnya

“Saya imbau para generasi muda atau pelajar agar tidak melaksanakan valentine. Karena itu bukan budaya islami, lebih baik melakukan kegiatan hal yang positif,” ungkap Tubagus Hamdi Maani usai menghadiri rapat koordinasi dengan Forkopimda di Mapolres Pandeglang, Kamis (13/2/2020).

Pihaknya juga mengintruksikan kepada MUI di tingkat kecamatan, agar menyampaikan perihal tersebut kepada masyarakat, agar para remaja tidak lagi melaksanakan hari valentine tersebut.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat lewat MUI di tingkat kecamatan, agar memberikan arahan kepada masyarakat supaya masyarakat nanti menyampaikan kepada putra putrinya untuk tidak merayakan valentine,” imbuhnya.

BACA JUGA:

. DKM di Pandeglang Diminta Sosialisasikan Program Pembangunan

. Bupati Pandeglang Ingin Huntap Rampung Sebelum Hari Raya

. Suplayer Sembako BPNT di Pandeglang Harus Penuhi Persyaratan

Menurut dia, bila pasangan suami istri boleh merayakan hari kasih sayang. Tapi kalau pasangan diluar nikah itu tidak diperbolehkan. Dia juga mengaku bukan kewenangan MUI untuk melakukan sweeping bagi yang merayakan hari valentine.

Menurut Tubagus Hamdi Maani, pihaknya juga tidak bisa mengeluarkan fatwa terkait larangan merayakan hari valentine. Sebab yang berwenang adalah komisi fatwa. “Kalau fatwa saya tidak mengeluarkan, karena itu kewenangannya komisi fatwa,” ujarnya.

Sementara Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyatakan, merayakan hari valentine tersebut bukan budaya Islam. Namun Irna mengaku pihaknya tidak bisa melarang bagi yang merayakannya. Sebab hari kasih sayang tersebut seharusnya dilakukan setiap hari kepada sanak keluarga dan orang tua.

“Sebetulnya kasih sayang itu bukan hanya hari itu saja, kalau ada yang mau merayakan ya di rumah, mau ngucapin ke kakaknya, orang tuanya, ya tidak apa-apa,” ujarnya.

Menurutnya, mensyukuri kasih sayang orang tua yang telah diberikan kepada anak, tidak harus dirayakan dalam bentuk hari valentine. “Harusnya rasa kasih sayang kepada orang tua harus setiap hari,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.