MUI dan DMI Pandeglang Tegaskan Tak Ada Salat Jum’at Dua Shift

  • Whatsapp
salat jumat
Jamaah Salat Jumat mendatangi Masjid Agung Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang menegaskan tidak setuju ibadah salat Jum’at dibagi dua shift. Penegasan itu menanggapi adanya informasi pelaksanaan salat Jum’at dibagi dua shift dalam menghadapi new normal pandemi covid-19.

Ketua MUI Pandeglang, KH Tubagus Hamdi Ma’ani menyatakan, pelaksanaan salat Jum’at dua shift tidak sah. Karena itu, dia menegaskan di Pandeglang tidak akan ada salat Jum’at yang dilaksanakan dengan dua gelombang.

Bacaan Lainnya

“Saya belum pernah menemukan acuannya kalau salat Jum’at dibagi dua shift. Entah apa yang menjadi acuan. Kami berpatokan pada fatwa MUI pusat, bahwa tidak sah jika salat Jum’at dibagi dua gelombang,” ungkap KH Tubagus Hamdi Ma’ani saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (18/6/2020).

Menurutnya, mengenai salat Jum’at jangankan dibagi dua shift atau gelombang, dalam satu kampung ada dua kegiatan salat Jum’at saja, sudah juga menjadi perdebatan. Ketika itu terjadi dan berbicara sah atau tidaknya, dilihat dari masjid mana yang lebih dulu mengumandangkan Adzan.

“Jika ada yang melaksanakan salat Jum’at dengan dua gelombang hukumnya tergantung pada yang melaksanakan. Namun saya tegaskan di Pandeglang tidak akan mengikuti aturan itu,” tegasnya.

Saat ditanya apakah pernah ada sejarah Salat Jum’at dilaksanakan dua gelombang, Kh Hamdi mengaku belum pernah ada. Kecuali, kata dia, telah terjadi wabah yang memang samat membahayakan. Itupun boleh tidak melaksanakan salat Jum’at berjamaah di masjid, tapi bisa diganti dengan salat dzuhur.

“Pada dasarnya saya belum pernah menemukan dasar hukum salat Jum’at dibagi shift. Adapun yang mengeluarkan aturan itu, mungkin sudah punya alasan atau dasar hukumnya, tetapi di Pandeglang tidak akan mengikuti aturan itu. Artinya, salat Jum’at dilakukan seperti biasa tidak dibagi dua gelombang,” ujarnya.

Pengurus Pondok Pesantren (Ponoes) Malnu Pusat Menes itu, juga mengaku ada juga salat yang dibagi shift itu seperti salat jenazah. Yang disebabkan karena jemaahnya banyak dan tidak datang sekaligus ke lokasi penyolatan jenazah, sehingga pelaksanaanya boleh dibagi shift atau gelombang.

Ditambahkannya, di Pandeglang salat Jum’at tetap berlangsung dengan mengikuti protokol kesehatan covid-19 yang ketat.

Terpisah, Pengurus DMI Pandeglang, Absul Gofar mengaku sudah mendengan adanya SE dari DMI pusat tentang aturan pelaksanaan ibadah salat Jum’at dalam menghadapi new normal pandemi covid-19.

Namun pihaknya mengaku saat ini berpatokan pada hasil Musyawarah Nasional (Munas) MUI yang dilakukan pada Juli 2000 lalu yang sampai sekarang masih berlaku. Selain itu, pihaknya juga berpatokan pada 4 Madzhab yakni Syafi’i, Hanafi, Hambali dan Maliki, yang tidak memberlakukan salat Jum’at dengan dua gelombang.

“Atau tidak membolehkan dalam satu Masjid melaksanakan salat Jum’at dua kali,” jelasnya seraya menyatakan Pandeglang menjadi zona aman covid-19 sehingga tidak perlu ribet dalam pelaksanaan salat Jum’at. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.