Miris, Santri Miskin Jatuh Dari Truk Meninggal di IGD Ciputra Hospital Karena Tak Punya Biaya

  • Whatsapp
Asep Saepi Munardi menunjukkan foto anaknya yang meninggal di IGD Ciputra Hospital.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Kisah pilu dialami oleh Asep Saepi Munardi (39), ayah dari almarhum Muhamad Deden Maulana (15) remaja yang tewas di ruang IGD rumah sakit Ciputra Hospital, Citra Raya, karena terjatuh dari mobil truk yang ditumpangi rombongan para santri, usai menghadiri sebuah acara ceramah di daerah Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (5/3/2020) malam.

Lantaran tak sanggup membayar uang muka yang diminta pihak rumah sakit sebesar 12 juta rupiah, warga Desa Perahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang itu, hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya yang kritis sampai akhirnya meninggal dunia di ruang IGD Ciputra Hospital.

Bacaan Lainnya

Kepada Redaksi24.com pada Jumat (6/3/2020) ia bercerita, jika peristiwa nahas yang menimpa anak sulung dari pasangan Asep Saepi Munardi (39) dan Mimin Aminah (39) itu terjadi, saat almarhum Deden bersama rombongan santri yang lain menumpang sebuah truk usai menghadiri acara ceramah.

Menurut cerita santri yang ada di lokasi kejadian, Deden yang saat itu duduk di sisi atas sebelah kiri bak truk, terjatuh ke tepi jalan saat pengemudi menghentikan laju kendaraan secara mendadak di kawasan Jalan Raya Curug. Almarhum yang jatuh ke jalan menurut dugaan sempat terlindas oleh roda belakang truk dan mengalami luka dan bagian bawah kemaluannya pecah.

Sayangnya, sang pengemudi truk yang diduga panik langsung menancap gas dan melarikan diri saat para santri tengah menolong korban. Kemudian, oleh pengendara yang melintas korban langsung dibawa ke rumah sakit.

“Ada luka pada bagian pinggul sampai ke bawah kemaluannya. Sempat dibawa ke Puskesmas Curug tapi pihak puskesmas tidak sanggup menangani, di bawa ke Hermina katanya IGD penuh, dan terakhir dibawa ke Ciputra Hospital,” Kata Asep dari penuturan teman-teman almarhum.

Mendengar kabar putranya mengalami kecelakaan, Asep langsung bergegas menuju Ciputra Hospital. Meski pada saat di ruang IGD sudah mendapat pertolongan dokter, namun karena luka yang diderita korban cukup parah, pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke ruang ICU guna penanganan yang lebih intensif.

Akan tetapi, pihak Ciputra Hospital meminta keluarga untuk membayar DP atau uang muka sebagai biaya administrasi awal perawatan. Karena jumlahnya yang mencapai belasan juta tersebut, Asep tak bisa berbuat banyak.

Sambil menunggu keluarga yang lain datang dirinya hanya bisa mengusap kepala sang anak sambil menuntun almarhum membaca syahadat sampai akhirnya meninggal dunia beberapa jam kemudian.

“Kondisinya sudah lemah juga, saya bingung karena kalau dibawa ke ruang ICU selain harus ada uang muka, di dalam nanti harus beli yang lain seperti darah dan obat-obatan. Saya cuma bisa pasrah waktu itu,” tutur dia

Meski hatinya pedih, namun Asep mengaku menerima semunya dengan lapang dada. Saat ini jenazah almarhum Muhamad Deden Maulana sudah dimakamkan di pemakaman keluarga yang tak jauh dari rumahnya.

“Saya sudah ikhlas dan tidak mau menyalahkan salah satu pihak termasuk rumah sakit. Insya allah sekarang dia (almarhum Deden, red) sudah tenang,” lirihnya.

BACA JUGA:

Warga Kabupaten Tangerang Lumpuh Dan Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Ada Pria Lumpuh di Cisoka, Dinsos Kabupaten Tangerang Ngaku Belum Terima Laporan

Sementara itu, Pihak Ciputra Hospital saat dikonfirmasi masalah tersebut enggan memberikan tanggapan. Meski demikian pihak rumah sakit membenarkan jika pada malam kejadian almarhum Muhamad Deden Maulana sempat dirawat di Ciputra Hospital.

“Ya benar memang dia (Deden, Red) dirawat di sini. Terkait kondisi pasien dan situasi saat itu kami tidak bisa memberikan informasi silahkan tanya kepada keluarga pasien,” tutur salah seorang staf informasi Ciputra Hospital yang nggan namanya dipublikasikan. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.