Miris, Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Lebak Masih Tinggi

  • Whatsapp
Dpr ri
Anggota Komisi III DPR RI, Ade Rossi Khoerunnisa saat bertandang ke Suku Adat Baduy (dok).

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Anggota Komisi III DPR RI, Ade Rossi Khoerunnisa menyoroti tingginya tingkat kekerasan seksual terhadap perempuan dan di wilayah Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Lebak. 

Berdasarkan data yang dimiliki pada Bulan Januari hingga Juli 2020, terdapat sebanyak 27 aduan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Lebak.

Bacaan Lainnya

“Saya merasa menyayangkan dan miris ketika mendengar jumlah kasus yang tergolong tinggi tersebut,” kata Ade Rossi,  Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, kasus pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan ini seperti fenomena gunung es. Sebab, apa yang terlihat di permukaan itu hanya sedikit dibandingkan apa yang ada di dalamnya. Maka sangat penting dilakukan sosialisasi, tidak hanya dari pemerintah tetapi semua stakeholder harus terlibat.

BACA JUGA: Tingginya Kasus Pelecehan Seksual di Lebak Disebabkan Oleh Gadget

“Ya sosialisasi harus terus dilaksanakan, organisasi, masyarakat, para pemuka agama, ustaz, kiai, agar undang-undang perlindungan perempuan dan anak bisa terus disampaikan kepada masyarakat,” jelas Istri Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy ini.

Ia menyampaikan hingga saat ini belum adanya revisi Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Tetapi apabila masukan dari masyarakat membutuhkan hukuman yang lebih maksimal, sehingga bisa memberikan efek jera kepada para pelaku tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Tentu kita akan coba usulkan kepada Badan Legislatif DPR RI agar melaksanakan revisi undang-undang perlindungan terhadap perempuan dan anak mungkin di tahun 2021,” terangnya.

Kata Ade yang juga merupakan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Banten, pihaknya akan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat yang mengalami korban pelecehan seksual. 

BACA JUGA: Tidak Dapat Keadilan Hukum, 3 Siswi Yang Dicabuli Ngadu ke DPRD Lebak

Karena, tambah dia, menyelamatkan mental anak merupakan hal terpenting agar anak tersebut kembali menjadi anak yang sehat dan memiliki mental yang kuat, sehingga kedepannya anak tersebut masih bisa bersekolah dan mempunyai cita-cita yang baik.

Ia menambahkan, P2TP2A, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), dan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres diharapkan bisa maksimal untuk memberikan hukuman kepada pelaku kejahatan terhadap perempuan dan anak seberat-beratnya.

“Yang paling utama bagaimana kita menyelamatkan mental anak ini agar anak ini bisa kembali menjadi anak yang sehat, dan mengingatkan kepada para orang tua untuk memberikan perhatian lebih kepada anaknya, agar tidak mencari perhatian di luar perhatian keluarga,” pungkasnya.(Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.