Miris, Kakek 100 Tahun di Pandeglang Hidup Seorang Diri di Gubuk Reyot

  • Whatsapp
kakek tinggal di gubuk reyot
Petugas Dinsos Pandeglang mengunjungi Sadar di gubuknya yang reyot.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sadar, seorang kakek yang usianya diperkirakan sudah lebih dari 100 tahun, tinggal seorang diri di sebuah gubuk reyot Kampung Cikuya Lor, Desa Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kondisinya yang memprihatinkan membutuhkan perhatian pemerintah.

Gubuk yang dijadikan tempat tinggal Sadar, yang berukuran sekitar 1,5 x 2 meter persegi itu, juga kondisinya sangat memprihatinkan. Dinding dan atap gubuk yang terbuat dari bambu itu, sudah banyak yang bocor.

Bacaan Lainnya

Sadar tinggal di gubuk yang tidak layak itu, sudah lebih dari dua tahun. Selain atap gubuk banyak yang bocor, jika malam hari gubuk kakek Sadar itu juga hanya diterangi lampu totok. Jika hujan,  air masuk ke dalam gubuk, karena atap daun rumbia sudah banyak yang bocor.

Selain atap yang bocor, bangunan gubuk kakek Sadar juga nyaris roboh. Gubuk reyot itu juga terlihat sudah miring. Kakek Sadar tidur hanya beralaskan tikar tipis tanpa kasur di atas amben bambu yang ada di dalam gubuk tersebut.

Untuk kebutuhan makan dan minum setiap hari, kakek Sadar hanya mengharapkan pemberian dari anak dan cucunya serta tetangga lain yang ada di sekitar kediamannya. Karena kakek renta itu sudah tidak mampu bekerja dan memasak sendiri.

Keberadaan sang kakek renta itu sempat viral di media sosial (Medsos). Setelah itu, sekarang ini sudah mulai banyak pihak yang mengunjungi kediaman kakek Sadar. Selain sejumlah dermawan, pejabat Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang juga sudah meninjau kondisi kakek Sadar.

Meski usia sang kakek renta yang tinggal di sebuah gubuk kurang layak huni itu, kondisi tubuhnya masih sehat. Hanya saja, tangan sang kakek itu memar bekas jatuh saat hendak pulang dari masjid.

Menurut kakek Sadar, sebelumnya ia tinggal bersama anaknya yang tidak terlalu jauh dari gubuknya. Namun karena kondisi rumah anaknya juga sama, kurang layak, serta cucunya banyak, Sadar akhirnya tinggal di gubuk reyot.

“Saya dibuatkan tempat tinggal di sini (gubuk),” ungkap Sadar, Senin (2/3/2020).

Dikatakannya, ia memiliki dua anak yang kini sudah berumah tangga. Namun, kata Sadar, satu anaknya tinggal masih di Desa Cikuya, dan satu lagi tinggal di daerah lain, yang jaraknya lumayan jauh dari tempat kakek itu tinggal.

“Kalau makan tiap hari saya mengharapkan dikasih sama anak cucu saya,” katanya.

BACA JUGA:

. Calhaj Pandeglang Dibekali Istithaah Kesehatan

. Menikmati Pesona Pantai dari Coral Cafe Mutiara Carita Pandeglang

. RS Aulia Pandeglang Masih Butuh 22 Tenaga Medis

Sementara Kepala Dinsos Pandeglang, Nuriah mengaku, akan melakukan upaya penanganan terhadap Sadar yang tinggal di gubuk tersebut. Namun saat ini pihaknya juga sudah menurunkan tim untuk memberikan bantuan bagi kakek Sadar.

“Tentu kami akan upayakan, kami berencana akan membawa kakek Sadar ke panti. Karena kasian tinggal seorang diri di gubuk,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.