Miris, Ditengah Covid-19, Tawuran Antar Warga Babakan Makin Menjadi

  • Whatsapp

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM-Entah apa yang ada di benak generasi muda Kelurahan Babakan di Jalan Perintis Kemerdekaan, di tengah masa PSBB dan jelang puasa malah makin rutin tawuran.

Rabu (22/4) dini hari tawuran antar warga Babakan kembali pecah. Sekitar pukul 02.00 dinihari kumpulan anak baru gede (ABG) Babakan Columbus dan Pasar Limbah, sudah tampak ramai berkelompok di sekitaran lapangan futsal dan di belakang mushola Ijtihad di jalan Perintis Kemerdekaan. Sementara ABG Babakan Bintang berkumpul di depan toko Bintang dan sekitaran Kampung Bekelir.

Bacaan Lainnya

Berselang satu jam kemudian tawuran pecah diawali dengan saling serang mengunakan petasan, lemparan batu dan botol beling di sekitar pertigaan Kampung Bekelir. Tak puas dengan petasan dan saling lempar batu, kedua kelompok mulai saling serang mengunakan bambu, kayu balok, rantai hingga senjata tajam seperti golok, clurit hingga pedang.

BACA JUGA:

Cegah Penyebaran Covid-19, Idul Fitri 1440 H ASN Kota Tangerang Dilarang Mudik

Masyarakat di Kota Tangerang Mulai Patuhi Peraturan PSBB

Dari teriakan kelompok Babakan Columbus yang berkoalisi dengan Babakan Pasar Limbah, ABG Babakan Bintang ada yang terluka. “Mampus lu teman lu ada yang kena,” teriak ABG Babakan Pasar Limbah.

Iku, warga Babakan mengatakan aksi tawuran antar ABG Babakan, memang sering terjadi.

“Makin kesini makin sering tawurannya, sejak ada Corona saja hampir tiap minggu ada tawuran, kalau ngga sama Babakan Bintang dengan Tanah Gocap tawuranya,” kata Iku, Rabu (22/4/2020).

Menurutnya, semua pihak di Babakan sudah berusaha melerai dan melakukan upaya agar tawuran ABG tidak terjadi kembali.

“Memang pada susah dibilangin anak muda sini, belum saja ada korban. Baru nanti orangtuanya pada teriak,” ungkap Iku dengan raut wajah kesal.

Sementara tokoh pemuda Babakan, Mingsal Mintaroh mengaku sudah tidak kaget lagi adanya tawuran di Babakan. “Pasti Columbus sama Bintang ya, itu mah dah dari dulu ga bakalan bisa akur. Ga tau juga gimana awalnya sampai sekarang tradisi tawuran itu masih terjadi,” tuturnya.

Dari pengamatan Redaks24.com, tawuran antar ABG Babakan ini hampir tiap bulan terjadi. Bahkan ditengah masa PSBB setiap pekan ada tawuran dan mirisnya aparat keamanan tidak ada yang datang untuk melerai.

Tawuran antar warga babakan ini, akan selesai ketika azan Subuh berkumandang, bukan oleh aparatur pemerintah atau aparatur keamanan. Sebab setiap tawuran pecah, para aparatur tersebut tak tahu sedang ada dimana.

Ketika masa PSBB begini saja, warga Babakan sekitar Pasar Limbah dan Babakan Timbul mulai dari lanjut usia sampai anak kecil, tetap ramai berkelompok, di sekitar lapangan futsal dan belakang Sekretariat Pokja WHTR. Ini juga menjadi pemicu tawuran.

“Itu warga kalo ada petugas, masuk ke gang doang, terus balik lagi. Kami sudah capek negur warga, kami juga sudah lapor ke nomor hotline Gugus Tugas, tapi tidak ada tindak lanjut. Setidaknya ada petugas Pol PP yang berjaga, eh laporan kita dicuekin,” ucap Hendra, Kepala Sekretariat Pokja WHTR. (Ardi/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.