Miris, 10 Tahun Bekerja Cuma Dikasih Santunan Sejuta, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Minta Disnaker Fasilitasi Hak Pekerja

oleh -
anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Disnaker, Muhamad Amud, security, pondok aspirasi,
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud menerima aspirasi Leni di Pondok Aspirasi Partai Golkar.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Kalangan DPRD Kabupaten Tangerang meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang memfasilitasi hak-hak buruh yang banyak dilanggar pihak perusahaan.

Permintaan itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud usai menerima aspirasi warga Desa Rajeg Mulya, Leni Apriyanti, di Pondok Aspirasi Partai Golkar, Kecamatan Rajeg, Sabtu (20/3/2021).

Kedatangan Leni Apriyanti di Pondok Aspirasi Partai Golkar untuk mengadukan perlakukan perusahaan terhadap suaminya, Andi Juandi (53) yang bekerja sebagai security di CV Metro Inti Prima Jalan Karet III Nomor 18 Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

“Suami saya telah bekerja sekitar 10 tahun sebagai security, lalu karena sakit suami saya meninggal. Kami hanya menerima santunan satu juta dari perusahaan. Kami berharap ada kebijakan yang pantas dari perusahaan, suami saya kan sudah cukup lama bekerja, hanya itu saya harapkan dari perusahaan,” kata Leni kepada Muhamad Amud.

Menurut ibu dua anak ini, pihaknya telah berkirim surat kepada Disnaker dan DPRD Kabupaten Tangerang. “Mohon dibantu pak, agar ada kebijakan yang layak buat kami,” kata Leni memohon.

BACA JUGA: Terkait Lahan Veteran, DPRD Kabupaten Tangerang Akan Panggil Pengembang Sinar Mas Land

Sementara itu, Muhamad Amud menyatakan akan mengawal keluhan warganya agar mendapatkan hak-hak yang layak dari perusahaan. “Suratnya sudah dikirim ke Disnaker dan DPRD, saya akan kawal sampai tuntas,” janji Amud.

Pria yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang itu berharap agar Disnaker bisa memfasilitasi hak buruh yang tidak diberikan secara layak oleh perusahaan. “Kalau sudah 10 tahun bekerja, dan pekerjanya meninggal tentu hak yang layak harus diberikan kepada pekerja. Kalau hanya satu juta rasanya kurang pas,” katanya.

Anggota DPRD Dapil IV itu menegaskan, pihak keluarga hanya meminta kebijakan yang layak dari perusahaan. Menurut Amud, permohonannya tidak berat, hanya minta kebijakan yang layak kepada perusahaan tempat suaminya bekerja.

“Mudah-mudahan perusahaan mau mengabulkan, apalagi almarhum tulang punggung bagi keluarga. Sekarang istrinya harus menghidupi kedua anaknya, ini sangat memprihatinkan. Saya bicara nurani, kalau sudah 10 tahun bekerja dan saat meninggal hanya diberikan santunan satu juta rasanya tidak eloklah,”papar pria yang tinggal di Kecamatan Rajeg itu.

Menurut Amud, Disnaker dan Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang harus segera memanggil pihak perusahaan untuk memediasi keluhan warga. “Masalah ini tidak bisa dibiarkan, harus segera difasilitasi Disnaker dan DPRD,” tandasnya.

Menurut Muhamad Amud, sejak membuka Pondok Aspirasi banyak sekali masyarakat yang berkeluh kesah. “Banyak keluhan masyarakat dan aspirasi yang disampaikan lewat Pondok Kader Partai Golkar Kabupaten Tangerang. Semuanya kami tampung dan didiskusikan untuk mencari jalan keluarnya,” tandasnya.(DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.