Minum Jamu Teratur Saat Pandemi COVID-19 Dapat Tingkatkan Imunitas

oleh -
Ilistasi: Olahan jamu kunyit segar.

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Inggrid Tania mengatakan bahwa mengkonsumsi jamu bisa meningkatkan imun seseorang terutama di tengah pandemi, namun mengkonsumsinya harus teratur sesuai dengan kebutuhan.

Menurut dokter Inggrid, tidak hanya menu makanan yang bisa diganti-ganti, variasi jamu yang dikonsumsi juga perlu agar pengonsumsinya tidak merasa bosan.

“Prinsipnya sama kayak mempersiapkan menu makanan sehari-hari. Dengan semakin bervariasi tentu akan semakin baik, misalnya untuk hari pertama minum kunyit asem. Lalu, di hari kedua  bisa menyiapkan beras kencur, di hari ketiga ganti lagi jadi wedang jahe, hari keempat ganti lagi jadi bir pletok. Begitu seterusnya, yang penting minuman atau jamu yang dikonsumsi itu berisi bahan-bahan herbal yang punya banyak manfaat untuk tubuh seperti punya sifat imunomodulasi, antioksidan, atau pun anti peradangan,” kata dia dalam webinar manfaat kandungan herbal dalam pengobatan COVID-19, Sabtu (17/7/2021).

Jamu maupun olahan herbal itu bisa dikonsumsi oleh masyarakat sebagai tindakan preventif meningkatkan imun tubuh mencegah COVID-19, atau pun membantu pengobatan COVID-19 sebagai pendamping dari obat- obatan yang diberikan oleh dokter.

BACA JUGA: Daging Merah Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh, Simak Penjelasan Pakar Nutrisi Ini!

Untuk pasien COVID-19 baiknya pada saat mengkonsumsi jamu atau olahan herbal disarankan juga memberitahu tenaga medisnya sehingga obat yang diberikan dapat disesuaikan dengan manfaat jamunya.

Takaran untuk mengkonsumsi jamu pun harus disesuaikan dengan kebutuhan kondisi tubuh. Jika pada orang yang sehat, maka disarankan konsumsi jamu dapat dilakukan dua kali dalam satu hari di pagi dan malam hari.

Sementara untuk orang yang sedang sakit, konsumsi jamu bisa ditingkatkan menjadi tiga hingga empat kali dalam satu hari.

BACA JUGA: 5 Skill Teknologi yang Paling Dicari Selama Pandemi, Cek Apakah Kamu Memilikinya?

“Konsumsi jamu itu tidak boleh berlebihan, benar manfaatnya banyak tapi bahan-bahan jamu kan memiliki serat yang tinggi sehingga bisa melancarkan Buang Air Besar (BAB). Jadi jika berlebihan pun maka bisa diare bahkan bisa mengiritasi pencernaan,” kata dokter yang tengah menempuh gelar Doktor itu.

Jamu yang disarankan untuk dikonsumsi di masa pandemi seperti saat ini adalah jamu yang diolah dari bahan-bahan segar secara langsung.

Bahkan, jika memungkinkan bahan segar tersebut bisa dikonsumsi secara langsung agar manfaat yang diterima tubuh bisa maksimal, sebagai contoh salah satunya adalah daun kelor yang baru dipetik dari pohonnya.

Tidak hanya jamu yang diolah lewat rebusan, masyarakat juga bisa mengkonsumsi bentuk olahan herbal yang sudah di ekstrak dalam kapsul dan tentunya sudah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Jadi untuk kondisi tertentu baik pula dikombinasikan antara jamu olahan bahan segar dan ekstrak. Misalnya orang yang sakit liver, kalau dia minum jamu dan juga ekstrak temulawak itu bisa melindungi livernya,” kata Inggrid.

Beberapa bahan rempah segar yang bisa diolah sebagai jamu di antaranya kunyit, temulawak, sambiloto, jahe, sereh, ataupun jinten karena terbukti dalam beberapa penelitian ilmiah bahan- bahan tersebut mengandung manfaat anti peradangan, antioksidan, hingga imunomodulasi.(Livia/Ant/Aan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.