MInta Rekannya Tak Diproses Hukum, Puluhan Petani di Pandeglang Demo Polsek Panimbang

oleh -
DEMO : Petani di Pandeglang saat mendatangi Polsek Panimbang untuk meminta agar rekannya tidak diproses hukum, Jumat (19/7/2019).

REDAKSI24.COM—Puluhan petani dari Desa Teluklada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang melakukan aksi demo di depan Kantor Polsek Panimbang, Jumat (19/7/19). Dalam akasinya, para mendesak pihak Polsek membatalkan proses hukum yang melibatkan sejumlah petani, akibat adanya dugaan pengrusakan Alsintan berupa Combine.

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 10:00 WIB, puluhan petani yang terdiri dari kaum perempuan dan laki-laki yang didampingi Lembaga Hukum Tridharma Indonesia tiba di Polsek Panimbang, dengan membawa poster yang bertuliskan “Tolak Combine” para petanipun langsung melakukan orasi di depan Kantor Polsek tersebut.

Bambang Ferdiansya, dari Lembaga Hukum Tridharma Indonesia, yang mendampingi para pendemo mengatakan, aksi demo yang dilakukan para petani, merupakan aksi solidaritas. Karena sekarang ini ada beberapa petani yang tengah menjalani pemeriksaan pihak Polsek Panimbang, terkait kasus dugaan pengrusakan Alsintan Combine.

“Dalam kasus ini, sejumlah petani bukan melakukan pengrusakan Combine. Hanya melarang Combine dioperasikan di area pertanian saat musim panen, karena dampaknya burih tani banyak yang kehilangan pekerjaan,” ungkapnya

Menurut Bambang, para petani bukan menolak era globalisasi dan moderenisasi. Namun adanya alat Combine yang digunakan saat panen padi, membuat buruh tani kehilangan mata pencahariannya. Terkecuali, pemerintah bosa memberikan solusi, ketika akan menurunkan alat Combine untuk masa panen.

“Penggunaan alat pertanian berupa Combine memang efektif dan efisien. Namun nasib para burih tani mau bagaimana, soalnya buruh tani banyak yang nganggur akibat adanya alat pertanian ini (Combine, red),” katanya.

Bambang memgaku, terkait kasus dugaan pengrusakan alat Combain yang melibatkan sejumlah petani, tolong dihentikan oleh pihak kepolisian. Karena mereka (petani, red) bukan merusak. Hanya melarang Combine itu masuk ke Desa Teluklada,” ujarnya

Sementara, salah seorang pendemo, Sukaesih mengatakan, semenjak adanya alat pertanian Combine, buruh tani tidak punya pekerjaan. Padahal masa tanam pati petani yang ngerjain, masa perawatan juga petani yang kerja, tapi saat musim panen menggunakan alat pertanian.

“Kalau masa panen ini diganti dengan mesin Combine, lalu kami mau makan apa. Satu-satunya mata pencaharian kami adalah bertani,” terangnya. (Samsul/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.