Minta Kejelasan Kasus Mafia Tanah, Warga Pantura Datangi Kejati Banten

oleh -
Minta Kejelasan Kasus Mafia Tanah, Warga Pantura Datangi Kejati Banten

SERANG,REDAKSI24.COM—Sejumlah warga Pantura Kabupaten Tangerang kembali mendatangi Kejaksaan Tinggi Banten di Kota Serang, Rabu (3/11/2021). Kedatangan mereka ke lembaga pemerintah di bidang penuntutan di Banten tersebut untuk meminta kejelasan bagaimana progres kasus perampasan tanah secara administrasi yang dialami mereka yang diduga didalangi mafia tanah dengan melibatkan banyak pihak mulai dari oknum pejabat desa, ASN hingga oknum di Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional  (ATR/BPN).

Sebab setelah memberikan laporan pada 26 Februari 2021 lalu, tim Kejati Banten langsung melakukan penanganan dengan memeriksa saksi-saksi termasuk memerika beberapa mantan Pjs. Kepala Desa di Kecamatan Teluknaga, warga belum mendapatkan kejelasan proses dari kasus perampasan tanah yang mereka alami dan diduga ada keterlibatan mafia tanah.

BACA JUGA: Jeritan Hati Korban Mafia Tanah di Pantura Tangerang. Mulai Tak Bisa Wujudkan Mimpi Anaknya Jadi Dokter, Hingga Gagal Pergi Haji  

Kedatangan warga Pantura korban mafia tanah yang diwakili oleh Heri Hermawan, H. Jusin dan Zaki MR ini diterima Wakil Kejati Banten,Marang SH.MH dan Asisten Intelejen (Asintel) Kejati Banten, Adhyaksa Darma Yuliano, SH.MH.

Heri mengatakan, kejelasan penanganan kasus ini sangat dibutuhkan oleh warga, sebab warga membutuhkan kepastian akan status kepemilikan lahan milik mereka yang sebelumnya telah dirampas secara administrasi yang dilakukan oleh mafia tanah.

BACA JUGA: Dear Pak Jokowi, Mafia Tanah di Pantura Tangerang Belum Tersentuh Hukum Nih 

“Sudah seharusnya negara hadir melindungi warganya dengan menangani hingga mengadili semua yang terlibat dalam kasus perampasan tanah warga secara administrasi ini sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi yang meminta jajarannya khususnya Kapolri untuk memberantas praktik mafia tanah” papar Heri.

Menurut Heri dirinya berharap Kejati Banten mampu membongkar kasus yang  diyakini dilakukan secara terstruktur, massif dan sistematis dengan melibatkan banyak pihak mulai dari oknum aparat desa  hingga oknum ATR/BPN untuk  

BACA JUGA: Kisruh Tanah di Pantura Tangerang, Pengamat : Diduga ada Kongkalikong BPN & Mafia Tanah

“Kami yakin bahwa semua ini dilakukan By Design secara terstruktur, sistematis, dan massif sehingga berdasarkan situs resmi ATR/BPN muncul nama-nama yang memiliki NIB Ratusan Hektar” ujar Heri.

Dalam kesempatan itu, Marang menegaskan jika penanganan laporan kasus perampasan tanah yang dialami warga Pantura Kabupaten Tangerang tidak berhenti. Menurut Marang prosesnya masih terus berjalan dan saat ini sedang menunggu instruksi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait langkah selanjutnya.

“Dari laporan, semua hasil pemeriksaan telah disampaikan ke Kejagung dan saat ini kami sedang menunggu instruksi selanjutnya terkait penangan ini.

Marang juga berjanji akan memberikan laporan lengkap secara tertulis terkait progres penanganan kasus perampasan tanah ini kepada warga sebagai bentuk transparansi.

“Kirimkan saja surat permohonannya dan progresnya akan kami berikan dalam bentuk tertulis,” jelas Marang. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.