Minta Bansos Dampak Covid-19, Puluhan Emak-Emak Datangi Dinsos Kota Cilegon

  • Whatsapp
dinsos kota cilegon
Puluhan kaum ibu rumah tangga mendatangi Dinsos Kota Cilegon memprotes pembagian Bansos Dampak Covid-19.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon didatangi puluhan emak-emak atau ibu rumah tangga asal Lingkungan Cirahab, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Senin (6/7/2020). Mereka mengaku belum mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah. Padahal mereka sudah menyerahkan seluruh data kepada RT/RW kelurahan setempat.

“Kami belum, belum dapat apa-apa. Belum dapat sama sekali. Sudah ke RT, ke kelurahan, cuma nggak ditanggepin, makanya kami dateng ke sini (Dinsos),” kata Toyibah, warga Lingkungan Cirahab RT 03 RW 04 kepada wartawan disela aksi mendatangi kantor Dinsos.

Bacaan Lainnya

Ia juga mengatakan, dari sekitar 60 Kartu Keluarga (KK) di lingkungannya, hanya sekitar 6 KK yang mendapatkan Bansos dampak Covid-19 dari pemerintah. “Itu cuma yang dekat sama RT, kalau yang jauh gak dapat, padahal datanya sudah diminta,” jelasnya.

BACA JUGA: Dinsos Kota Cilegon Segera Cairkan Bansos Bagi Warga Terdampak Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Cilegon, Ahmad Jubaedi mengaku sudah dua kali mendapatkan protes dari warga yang belum mendapatkan bantuan dampak Covid-19. Ahmad mengungkapkan, nama-nama mereka pun belum masuk pada data penerima Bansos Covid-19 Kota Cilegon.

“Sudah dua kali (didemo warga). Barusan ada sekitar 29 warga, mereka ingin beraudiensi karena belum mendapatkan bantuan sama sekali,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, dana Bansos dampak Covid-19 tidak dapat mengcover seluruh warga terdampak. “Warga berharap dapat bantuan Rp600 ribu selama 3 bulan. Sementara, itu kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Jubaedi, pihaknya akan tetap mengakomodir tuntutan warga. Salah satunya agar mereka masuk pada data non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) usulan baru. Sebab, kata dia, mereka secara data dari kelurahan belum terdaftar.

“Makanya, kami akan mendata terlebih dahulu dan tadi kami sengaja minta kumpulkan KK dan KTP, supaya nantinya mudah untuk dihubungi,” jelasnya.

BACA JUGA: Dinsos Kota Cilegon Digeruduk Warga Terdampak Covid-19

Ia juga mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan warga tidak mampu melalui System Layanan Rujukan Terpadu (SLRT). Menurutnya, ketika data itu semua masuk, pihaknya akan melakukan validasi data melalui musyawarah kelurahan.

“Kami akan mencoba mengimplementasikan SLRT supaya tidak ada lagi data warga yang terlewatkan,” tutupnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.